BJB Syariah Genjot Pembiayaan Korporasi dengan Strategi Selektif Terukur

Senin, 02 Februari 2026 | 14:01:47 WIB
BJB Syariah Genjot Pembiayaan Korporasi dengan Strategi Selektif Terukur

JAKARTA - PT Bank BJB Syariah terus menunjukkan performa positif di segmen pembiayaan Korporasi dan Komersial, dengan strategi ekspansi yang selektif dan berlandaskan prinsip kehati-hatian. 

Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan mengoptimalkan kualitas aset di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

Direktur Utama BJB Syariah, Arief Setyahadi, menjelaskan bahwa hingga akhir 2025, pembiayaan segmen Korporasi dan Komersial tumbuh sebesar 8,33 persen secara year on year. 

Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh peningkatan volume, tetapi juga oleh fokus pada sektor usaha yang memiliki fundamental kuat dan pengelolaan risiko yang terjaga dengan baik.

“Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi bank BJB Syariah dalam menyeimbangkan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas aset,” ungkap Arief.

Fokus pada Sektor Usaha dengan Fundamental Kuat

Dalam upaya mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, BJB Syariah menempatkan fokus pada sektor-sektor utama yang dianggap memiliki kinerja usaha stabil dan kebutuhan pembiayaan yang berkelanjutan. Sektor-sektor tersebut meliputi pertambangan dan penggalian, pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial, perdagangan besar dan eceran, serta jasa keuangan dan asuransi.

Arief menilai bahwa sektor-sektor ini memiliki potensi yang kuat dan menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan bank. Tidak hanya itu, adanya peningkatan kebutuhan modal kerja dan investasi dari nasabah eksisting yang berkelanjutan turut memperkuat pertumbuhan pembiayaan secara keseluruhan.

Selain itu, BJB Syariah juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan risiko sehingga pertumbuhan pembiayaan tidak mengorbankan kualitas aset. Pendekatan yang prudent ini menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan portofolio pembiayaan.

Skema Pembiayaan Sindikasi Dukung Proyek Skala Besar

Salah satu strategi yang diterapkan BJB Syariah untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan skema pembiayaan sindikasi. Metode ini memungkinkan bank untuk menyalurkan dana dalam jumlah besar kepada proyek-proyek berskala besar dengan risiko yang tersebar dan lebih terkendali.

Sektor energi dan pendidikan menjadi sektor prioritas dalam pembiayaan sindikasi ini, mengingat kedua sektor tersebut memerlukan modal besar dan memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi perekonomian. Dengan demikian, pembiayaan sindikasi tidak hanya memperbesar kapasitas penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat reputasi BJB Syariah sebagai lembaga keuangan yang dapat mendukung proyek-proyek strategis nasional.

Penggunaan skema ini juga memberikan fleksibilitas dan diversifikasi risiko yang lebih baik, sehingga bank dapat mempertahankan kualitas asetnya meskipun terjadi fluktuasi pasar.

Proyeksi Pertumbuhan Lebih Akseleratif Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, BJB Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan segmen Korporasi dan Komersial yang lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Arief, pertumbuhan yang direncanakan akan melampaui pertumbuhan industri pembiayaan tahun 2025, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

“Penguatan fundamental bisnis yang kami bangun sepanjang 2025 menjadi landasan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih optimal pada 2026,” ujarnya.

Target tersebut didukung oleh berbagai langkah strategis, salah satunya adalah penguatan jaringan kantor yang mencakup peningkatan status beberapa kantor menjadi Kantor Cabang. Upaya ini bertujuan untuk memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan kapasitas akuisisi di wilayah-wilayah dengan potensi usaha yang kuat.

Dengan langkah tersebut, BJB Syariah berharap dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan, sehingga memperbesar pangsa pasar dan mendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan secara signifikan.

Pendalaman Pembiayaan dan Komitmen pada Sektor Pendidikan serta Kesehatan

Selain memperluas jaringan dan menambah nasabah baru, BJB Syariah juga terus mendalami potensi pembiayaan kepada nasabah eksisting yang memiliki rekam jejak kinerja yang solid. 

Strategi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas portofolio sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan dari pelanggan yang sudah terbangun.

Fokus pembiayaan juga diarahkan pada sektor pendidikan dan kesehatan, dua sektor yang dianggap memiliki kebutuhan pembiayaan jangka panjang dengan risiko yang lebih terkendali dibandingkan sektor lainnya. 

Pendidikan dan kesehatan menjadi sektor vital yang memiliki dampak sosial positif sekaligus potensi bisnis yang berkelanjutan.

Dalam agenda keberlanjutan, BJB Syariah juga mendorong penyaluran pembiayaan produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Dengan strategi ini, diharapkan bank tidak hanya tumbuh secara kuantitas tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Melalui berbagai langkah tersebut, BJB Syariah berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan yang agresif dan kualitas aset yang terjaga. Pendekatan ini menjadi kunci keberhasilan bank dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

Terkini