JAKARTA – Gubernur resmikan Galeri Dekranasda Sulut dorong produk lokal tembus pasar global melalui standarisasi kualitas dan promosi digital yang lebih masif tahun ini.
Upaya memperkuat ekonomi kreatif di Sulawesi Utara kini memasuki babak baru dengan hadirnya wadah representatif bagi para pelaku industri kecil dan menengah. Fasilitas yang baru saja dibuka ini dirancang bukan sekadar tempat pameran biasa, melainkan menjadi pusat kurasi dan inkubasi bagi kerajinan tangan khas daerah agar memiliki nilai kompetitif di mata dunia.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menekankan bahwa potensi kriya dan wastra lokal sangat besar, namun seringkali terbentur pada akses pasar dan pengemasan produk. Kehadiran galeri ini diharapkan mampu memangkas hambatan tersebut dengan menyediakan ruang bagi pembeli internasional untuk melihat langsung kualitas pengerjaan tangan para perajin dari berbagai kabupaten dan kota.
Dukungan pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pendampingan sertifikasi dan hak kekayaan intelektual bagi setiap produk unggulan. Transformasi UMKM dari skala tradisional menuju pasar ekspor menjadi fokus utama guna memanfaatkan momentum pemulihan sektor pariwisata yang kini tengah menggeliat di wilayah Sulawesi Utara.
"Gubernur resmikan Galeri Dekranasda Sulut dorong produk lokal tembus pasar global demi kemajuan ekonomi kerakyatan," Ujar Olly Dondokambey.
Berbagai koleksi kain tenun, kerajinan kayu, hingga aksesori etnik yang ditampilkan telah melewati proses seleksi ketat untuk memastikan standar kualitas yang konsisten. Keberadaan galeri ini juga diposisikan sebagai destinasi belanja premium bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang mencari buah tangan asli dengan cita rasa seni yang tinggi.
Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui platform perdagangan elektronik lintas negara yang kini semakin mudah diakses. Sinergi antara kearifan lokal dengan inovasi modern diyakini mampu membuat produk-produk Sulawesi Utara semakin dikenal di pasar Asia hingga Eropa dalam waktu dekat.
Melalui peresmian ini, para perajin diharapkan semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan produksi tanpa meninggalkan akar budaya. Keterlibatan generasi muda dalam desain dan manajemen pemasaran juga menjadi harapan besar agar industri kreatif daerah tetap relevan dengan selera pasar global yang sangat dinamis.
"Semoga fasilitas ini menjadi motor penggerak bagi UMKM kita untuk semakin berani tampil di panggung internasional," Ujar Olly Dondokambey.
Hingga Kamis, 23 April 2026, antusiasme masyarakat dan pelaku usaha terlihat dari banyaknya produk yang mulai masuk ke tahap kurasi lanjutan di gedung pusat promosi tersebut. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun fondasi ekonomi yang tangguh dan berbasis pada kekuatan kreatifitas masyarakat Sulawesi Utara secara berkelanjutan.