Tol Manado-Bitung Sepi Pengguna, Biaya Logistik Jadi Sorotan

Kamis, 23 April 2026 | 16:39:36 WIB
Ilustrasi Tol Manado-Bitung

JAKARTA – Tol Manado-Bitung sepi pengguna akibat tarif yang dinilai terlalu tinggi bagi pelaku usaha logistik dan angkutan barang di wilayah Sulawesi Utara.

Jalan tol pertama di Bumi Nyiur Melambai ini sebenarnya diproyeksikan untuk memangkas waktu tempuh secara drastis antara Manado dan pelabuhan Bitung.

"Kami melihat tarif yang dipatok saat ini memang cukup memberatkan bagi para sopir truk logistik, sehingga mereka memilih kembali ke jalan nasional," kata pengamat kebijakan publik, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Kamis (23/4/2026).

Pilihan menggunakan jalur lama menjadi solusi paling rasional bagi para penyedia jasa transportasi guna menjaga stabilitas harga layanan kepada konsumen.

Ketua asosiasi angkutan logistik setempat menyebutkan bahwa efisiensi waktu yang ditawarkan jalan tol tidak sebanding dengan biaya tambahan yang harus dikeluarkan setiap kali melintas.

Pemerintah serta pengelola jalan tol diharapkan mampu meninjau kembali struktur harga agar investasi besar ini tidak berujung menjadi proyek yang mubazir.

"Harapan kami ada skema tarif khusus atau diskon bagi kendaraan pengangkut kebutuhan pokok agar pemanfaatan jalan tol ini lebih maksimal," tegas pengusaha ekspedisi, sebagaimana dikutip dari bisnis.com, Kamis (23/4/2026).

Penurunan harga tiket masuk jalur bebas hambatan ini diyakini bakal menarik minat ribuan kendaraan yang saat ini masih memadati jalanan arteri yang sempit.

Data lapangan menunjukkan bahwa pada jam sibuk sekalipun, kepadatan di ruas tol sepanjang 39 kilometer ini masih berada di bawah angka 50 persen dari kapasitas optimal.

Upaya merangsang minat pengguna terus dilakukan melalui berbagai promosi, namun faktor ekonomi tetap menjadi variabel penentu utama bagi masyarakat lokal.

Terkini