JAKARTA – Laporan terbaru BMKG menunjukkan 108 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau pada akhir April 2026 yang meliputi sebagian besar Pulau Jawa hingga NTT.
Fenomena transisi cuaca ini terpantau melalui penurunan intensitas pembentukan awan hujan di beberapa zona musim strategis.
"Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 108 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau," ujar Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, sebagaimana dilangsir dari cnnindonesia.com, Jumat (24/4/2026).
Pihak otoritas cuaca mencatat bahwa pergerakan angin monsun Australia kini mulai mendominasi pola sirkulasi udara di tanah air.
Kondisi ini memicu hawa yang lebih kering dan langit yang cenderung bersih tanpa awan pada siang hari.
Dwikorita Karnawati berpendapat bahwa pemetaan dini terhadap wilayah yang mulai kekeringan sangat krusial untuk menjaga ketahanan pangan nasional di masa depan.
Wilayah yang sudah terdampak mencakup sebagian besar Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga pesisir utara Jawa Tengah.
Sektor energi yang mengandalkan tenaga air juga mulai melakukan penyesuaian operasional terhadap penurunan debit sungai di beberapa titik.
BMKG terus memperbarui data mingguan guna memantau perkembangan anomali suhu muka laut di wilayah ekuator.
Sistem peringatan dini kekeringan meteorologis telah diaktifkan untuk memberikan panduan bagi pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi bencana.
Warga disarankan menjaga kondisi fisik karena perubahan suhu yang kontras antara siang dan malam sering terjadi saat kemarau tiba.
Pengawasan terhadap titik panas di lahan terbuka mulai diperketat untuk mencegah munculnya kebakaran hutan akibat gesekan ranting kering.