SERANG – Nikmati perjalanan ke kawasan wisata Baduy menggunakan bus DAMRI dengan tarif promo hanya 1 rupiah bagi masyarakat yang melakukan pembayaran via metode QRIS.
Langkah ini diambil untuk mendorong minat masyarakat menggunakan transportasi umum sekaligus mempopulerkan transaksi non-tunai di wilayah Banten.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa penyediaan tarif khusus ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi di sekitar kawasan desa adat.
"Harapannya ini menjadi fasilitas bagi masyarakat yang ingin berwisata budaya ke Baduy. Ke depan, program seperti ini akan kita kembangkan juga ke daerah wisata lainnya," ujar Andra Soni, sebagaimana dilangsir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Layanan bus dengan harga super murah ini bisa diakses penumpang melalui titik keberangkatan utama di Terminal Pakupatan.
Andra Soni berpendapat bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak pengelola transportasi menjadi kunci penting dalam memajukan sektor pariwisata lokal.
"Akses wisata ke Baduy kini semakin mudah. Masyarakat dapat memanfaatkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau," kata Andra, sebagaimana dilangsir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Wisatawan yang ingin memanfaatkan promo ini perlu memperhatikan jadwal operasional armada yang tersedia pada pagi hari.
Pemberlakuan tarif 1 rupiah ini wajib menggunakan fitur QRIS melalui aplikasi perbankan atau dompet digital yang dimiliki penumpang.
Perjalanan dari Serang menuju pintu masuk Baduy di Ciboleger akan menempuh waktu sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan darat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten, Ameriza M Moesa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah daerah dan DAMRI dalam mendorong digitalisasi sektor transportasi, khususnya menuju kawasan wisata.
"Dengan memudahkan masyarakat membayar secara digital, kami berharap wisatawan semakin banyak datang ke Banten," tutur Ameriza, sebagaimana dilangsir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Program ini direncanakan berlangsung secara terbatas hingga kuota promo harian terpenuhi oleh pengguna jasa transportasi.
Masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga ketertiban serta kebersihan selama berada di dalam armada bus maupun saat sampai di lokasi wisata.