Proyek Sunrise Hadirkan Penerbangan Terpanjang Dunia Selama 22 Jam

Senin, 27 April 2026 | 07:28:29 WIB
Ilustrasi Penerbangan Terpanjang Dunia Selama 22 Jam

BIAK – Era baru transportasi udara segera dimulai dengan peluncuran penerbangan terpanjang dunia yang menempuh waktu 22 jam tanpa henti dari Sydney menuju London.

Terobosan ini akan mengubah lanskap perjalanan udara global dengan menghilangkan kebutuhan untuk transit di bandara penghubung tradisional.

Pihak maskapai telah menyiapkan armada Airbus A350-1000 yang dimodifikasi khusus untuk menjaga kenyamanan penumpang selama berada di udara dalam waktu sangat lama.

"Penerbangan terpanjang dunia ini akan menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas cepat yang menghubungkan dua sisi planet ini secara langsung," ujar Alan Joyce, sebagaimana dilangsir dari rri.co.id, Senin (27/4/2026).

Fasilitas kabin dirancang dengan zona kesehatan khusus yang memungkinkan para pelancong untuk meregangkan otot dan melakukan aktivitas fisik ringan selama perjalanan.

Alan Joyce berpendapat bahwa efisiensi mesin pesawat generasi terbaru memungkinkan maskapai untuk menekan konsumsi bahan bakar meskipun membawa beban maksimal untuk durasi terbang yang panjang.

"Kami telah melakukan berbagai uji coba medis untuk memastikan kru dan penumpang tetap dalam kondisi prima meski berada di kabin selama 22 jam," kata Alan Joyce, sebagaimana dilangsir dari rri.co.id, Senin (27/4/2026).

Rute non-stop ini diprediksi akan sangat diminati oleh para pebisnis yang mengejar efisiensi waktu perjalanan antarbenua.

Sistem pencahayaan di dalam pesawat juga akan disesuaikan secara otomatis untuk membantu ritme sirkadian penumpang agar terhindar dari efek jetlag yang parah.

Penyedia jasa boga penerbangan kini tengah merancang menu khusus yang dapat menjaga hidrasi dan energi penumpang secara optimal selama 22 jam.

Teknologi navigasi canggih digunakan untuk mencari rute dengan hambatan angin seminimal mungkin guna menjaga ketepatan waktu mendarat.

Inovasi ini menempatkan maskapai asal Australia tersebut sebagai pionir dalam penaklukan jarak terjauh di industri penerbangan sipil modern.

Harga tiket untuk rute perdana ini diperkirakan akan memiliki selisih yang cukup signifikan dibandingkan dengan penerbangan kelas reguler yang memerlukan transit.

Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi standar baru bagi maskapai lain untuk mengeksplorasi potensi rute-rute jarak jauh lainnya di masa depan.

Terkini