JAKARTA – Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan segera memprioritaskan pengerjaan proyek Double Double Track (DDT) rute Bekasi hingga Cikarang.
Langkah ini diambil guna mengatasi kendala teknis yang kerap mengganggu jadwal perjalanan kereta api di wilayah tersebut.
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjono menyatakan, proyek pembangunan fasilitas perkeretaapian ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Kami meminta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub untuk memberikan atensi lebih pada penyelesaian proyek DDT lintas Bekasi-Cikarang agar tidak berlarut-larut," ujar Sudjono saat memberikan tanggapan di Gedung DPR RI pada, Rabu (29/04/2026).
Sudjono menilai bahwa pemisahan jalur kereta api jarak jauh dengan kereta komuter akan secara signifikan mengurangi beban kepadatan di lintasan tersibuk itu.
Kelancaran arus distribusi logistik dan pergerakan penumpang di kawasan industri penyangga ibu kota sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur ini.
Alokasi anggaran serta pengawasan di lapangan diharapkan berjalan beriringan guna memastikan target operasional tercapai tepat waktu.
Pemerintah perlu memastikan tidak ada lagi hambatan lahan yang menghambat pengerjaan fisik di lapangan agar manfaatnya segera dirasakan.
Efisiensi waktu tempuh menjadi indikator keberhasilan utama dari proyek strategis nasional di sektor perkeretaapian ini.
Sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam menyelesaikan tantangan pembangunan di tengah padatnya pemukiman penduduk sekitar jalur rel.