JAKARTA – BP BUMN memastikan proses pencairan santunan bagi seluruh korban insiden tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo berjalan cepat tanpa adanya kendala administratif.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan bagi pengguna transportasi publik.
Kepala BP BUMN Faisal Basri menegaskan, seluruh jajaran terkait telah diinstruksikan untuk memangkas jalur birokrasi yang tidak perlu dalam situasi darurat ini.
"Kami pastikan santunan bagi korban luka maupun ahli waris korban meninggal dunia cair hari ini tanpa hambatan administratif apa pun," ujar Faisal Basri saat meninjau lokasi kejadian pada, Kamis (30/4/2026).
Faisal Basri menjelaskan bahwa validasi data korban dilakukan secara proaktif melalui koordinasi langsung dengan pihak rumah sakit dan kepolisian.
Petugas di lapangan telah disiagakan untuk menjemput bola sehingga keluarga korban tidak perlu lagi mengurus dokumen secara manual ke kantor pusat.
Santunan ini mencakup biaya perawatan medis sepenuhnya bagi korban luka-luka di sejumlah rumah sakit rujukan.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, dana kerahiman diharapkan dapat sedikit meringankan beban di tengah masa sulit ini.
Pemerintah juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan di lintasan tersebut guna mencegah kejadian serupa.
Tim investigasi independen saat ini tengah bekerja untuk menemukan penyebab pasti gangguan teknis yang memicu tabrakan dua rangkaian kereta tersebut.