JAKARTA – Melalui inisiatif berkelanjutan, Daihatsu perkuat vokasi dengan menghadirkan Kelas Dojo guna membekali lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
Langkah strategis ini menjadi upaya nyata dalam menekan angka pengangguran dari lulusan pendidikan kejuruan yang seringkali belum selaras dengan ekspektasi perusahaan.
Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, menjelaskan bahwa pembekalan aspek mentalitas dan budaya kerja industri sama pentingnya dengan keahlian teknis.
"Kami ingin melalui program ini, para siswa tidak hanya menguasai teori otomotif saja, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan integritas tinggi sesuai budaya kerja Jepang," ujar Rokky Irvayandi saat peluncuran program di Jakarta pada, Kamis (30/04/2026).
Rokky Irvayandi berpendapat bahwa sinergi yang kuat antara sektor swasta dan sekolah menengah kejuruan akan mempercepat ketersediaan tenaga terampil di tanah air.
Kurikulum dalam pelatihan ini mencakup pemahaman tentang proses produksi, standar keselamatan kerja, hingga pemeliharaan fasilitas otomotif tingkat lanjut.
Para peserta yang terpilih mendapatkan kesempatan langsung untuk merasakan lingkungan kerja nyata melalui simulasi yang menyerupai kondisi di pabrik pusat.
Pengembangan sumber daya manusia melalui jalur vokasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi industri otomotif nasional yang kian kompetitif.
Daihatsu menargetkan cakupan sekolah mitra terus meluas di berbagai daerah untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan teknis.
Komitmen jangka panjang ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi sosial dalam membangun pilar ekonomi melalui penguatan kapasitas pemuda Indonesia.