SUMEDANG – Kirab Mahkota Binokasih 2026 resmi digelar menyusuri 8 kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan mengusung misi budaya Napak Tilas Padjadjaran.
Tradisi tahunan ini tampil dengan wajah baru demi memperkuat identitas sejarah Kerajaan Sunda di tengah masyarakat modern.
"Mulai tahun ini Mahkota Binokasih diarak, bukan lagi pakai mobil Jeep, tetapi dengan acara kebudayaan yang berasal dari nilai leluhur kita, dibawa keliling Jabar," tegasnya.
Dedi Mulyadi berpendapat, bahwa langkah penggunaan kereta kencana diambil untuk mengangkat kembali nilai-nilai leluhur dalam tajuk Milangkala Tatar Sunda.
Perjalanan sakral ini telah dimulai dari Museum Geusan Ulun Sumedang dan bergerak menuju Kawali serta Kampung Naga.
Memasuki pekan ini, rombongan dijadwalkan melintasi wilayah Cianjur sebelum menuju Bogor dan Depok pada akhir pekan.
Pihak otoritas wilayah Bogor mengonfirmasi adanya pergeseran waktu pelaksanaan dari jadwal semula demi persiapan yang lebih matang.
Penyesuaian ini berdampak pada pengaturan arus kendaraan di sekitar jalur Batutulis hingga area Kebun Raya Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan bahwa kirab di wilayahnya akan berlangsung pada akhir pekan ini.
"Rencananya akan dilaksanakan di hari Rabu tanggal 6 Mei 2026 akan tetapi dimundurkan menjadi tanggal 8 Mei 2026 hari Jumat malam," ujar Dedie di Balai Kota Bogor.
Simbol mahkota peninggalan masa lalu ini bukan sekadar benda mati, melainkan pembawa filosofi silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Nilai gotong royong serta toleransi menjadi pesan inti yang ingin disebarluaskan kepada seluruh warga yang menyaksikan prosesi tersebut.
Seluruh rangkaian perjalanan panjang ini akan bermuara di pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat pada pertengahan Mei mendatang.
Malam puncak di Gedung Sate dipastikan menjadi panggung kemegahan seni kolosal yang menutup perayaan milangkala tatar sunda tahun ini.