LAMPUNG - Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau Lampung merayakan kelahiran 2 ekor anak harimau sumatra dari pasangan induk hasil penyelamatan konflik dan jerat.
Momentum bersejarah ini memberikan harapan baru bagi keberlangsungan hidup salah satu spesies paling ikonik dan terancam punah di Indonesia.
"Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi harimau sumatra. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat," dikutip dari rilis Kemenhut, Selasa (4/5/2026).
Agung Nugroho berpendapat, bahwa kelahiran dua individu harimau sumatera itu menjadi indikator positif keberhasilan pengelolaan konservasi ex situ di Provinsi Lampung.
Pasangan induk yang bernama Kyai Batua dan Sinta merupakan penyintas yang pernah mengalami luka serius akibat jebakan pemburu liar di hutan.
Kyai Batua harus kehilangan kaki depan kanannya melalui tindakan medis amputasi pada 2019 setelah ditemukan terjerat di wilayah Lampung Barat.
Sementara itu, sang induk betina bernama Sinta juga mengidap kecacatan pada kaki belakang kanan akibat insiden serupa saat dievakuasi pada akhir 2024.
Proses perjodohan kedua satwa malang ini dijalankan berdasarkan rekomendasi teknis dari Global Species Management Plan fase 3 dan 4.
Kerja sama yang erat dengan Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia memastikan aspek genetik dan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama.
Saat ini kedua anak harimau tersebut telah menginjak usia 3 bulan dengan kondisi fisik yang terpantau sangat sehat dan lincah.
Tim dokter hewan melakukan pengawasan selama 24 jam penuh untuk memastikan pertumbuhan mereka sesuai dengan parameter perkembangan alami satwa liar.
Pencapaian ini juga dianggap mampu mengurangi tekanan terhadap penurunan jumlah populasi harimau yang masih bertahan di habitat aslinya.
Data silsilah atau studbook mencatat kedua induk tersebut memiliki identitas resmi guna menjaga kemurnian garis keturunan spesies Panthera tigris sumatrae.
Keberhasilan di Lembah Hijau diharapkan menjadi pemacu semangat bagi lembaga konservasi lain untuk terus konsisten dalam upaya penyelamatan satwa dilindungi.