POLMAN – Warga Desa Jambumalea Polman terpaksa memutar sejauh 20 km akibat jembatan amblas, sementara pemerintah daerah bergegas membangun akses jembatan darurat baru.
Kondisi infrastruktur yang rusak parah di Kecamatan Tapango memaksa mobilitas masyarakat terhambat secara signifikan sejak luapan air sungai merobohkan struktur utama.
"Alat berat sudah kita kerahkan untuk robohkan itu jembatan, saat ini penanganan darurat, yakni jembatan darurat," kata Husain kepada wartawan, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Husain Ismail menjelaskan bahwa langkah pembersihan sisa bangunan lama sangat diperlukan agar konstruksi pengganti sepanjang 15 meter dapat segera berdiri di titik yang sama.
Anggaran perbaikan dialokasikan melalui dana bantuan tidak terduga karena peristiwa alam ini terjadi di luar perencanaan rutin pemerintah daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah melakukan penilaian lapangan guna memastikan besaran biaya operasional yang dibutuhkan untuk penyewaan alat berat dan bahan baku.
Selain pengadaan lantai serta besi jembatan, dana tersebut juga mencakup pembiayaan tenaga operator yang bekerja di lokasi proyek.
Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling terdampak karena jembatan ini merupakan urat nadi menuju pusat kota.
Sebanyak 1 unit jembatan darurat diproyeksikan mampu menjadi solusi sementara hingga pembangunan permanen dapat diusulkan pada tahun anggaran berikutnya.
Warga sementara waktu harus bersabar melewati rute alternatif yang lebih jauh demi keamanan selama proses konstruksi berlangsung.
Sinergi antarinstansi diharapkan mampu mempercepat masa pengerjaan agar keterisolasian wilayah tidak berlangsung dalam waktu yang lama.