JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginformasikan bahwa seorang warga negara asing yang berdomisili di Jakarta Pusat dan memiliki riwayat kontak erat dengan kasus hantavirus di MV Hondius saat ini masih menjalani masa isolasi.
Pria berusia 60 tahun tersebut sedang berada di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, untuk menjalani prosedur isolasi.
Budi menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap pria tersebut menunjukkan hasil negatif hantavirus.
Walaupun demikian, langkah isolasi tetap diterapkan sampai masa inkubasi virus tersebut benar-benar berakhir.
"Sampai sekarang kami masih minta dia stay dulu, diisolasi supaya dalam masa inkubasi kami mau lihat apakah benar-benar bersih apa enggak," tutur Budi saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.
Proses pelacakan terhadap kontak erat ini dimulai setelah Pemerintah Indonesia menerima laporan resmi dari International Health Regulation National Focal Point Inggris pada malam tanggal 7 Mei 2026 mengenai seorang WNA di Jakarta yang sempat menaiki MV Hondius.
WNA tersebut teridentifikasi melakukan kontak dekat dengan salah satu pasien yang terkonfirmasi positif hantavirus di kapal tersebut.
Kementerian Kesehatan kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan epidemiologi pada tanggal 8 Mei 2026.
Pada pemeriksaan tahap awal, pria asing tersebut dilaporkan tidak mengalami gejala klinis atau gangguan kesehatan tertentu.
Selanjutnya, pada 9 Mei 2026, petugas menjemput WNA tersebut untuk dipindahkan ke RSPI Sulianti Saroso guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan pemantauan intensif.
Pemilihan RSPI Sulianti Saroso sebagai lokasi pemantauan didasarkan pada status rumah sakit tersebut sebagai rujukan khusus untuk penanganan penyakit infeksi.
WNA yang diketahui bekerja pada salah satu perusahaan swasta asing di Indonesia ini direncanakan akan menjalani tes kesehatan ulang.
Pengecekan tersebut sangat penting guna menjamin bahwa yang bersangkutan benar-benar terbebas dari paparan hantavirus.
"Kami akan cek dua minggu dari kemarin ya," kata Plt Direktur Penanggulangan Kesehatan dokter Andi Saguni di kesempatan yang sama.
Andi menambahkan bahwa pria tersebut sudah memiliki kesadaran mengenai risiko hantavirus sejak tiba di Indonesia, sehingga ia sempat melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya.
Pria tersebut diketahui tinggal seorang diri selama berada di wilayah Jakarta.