JAKARTA - Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Kuala Lumpur masih terus mengawal proses penanganan insiden kapal yang membawa sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada Senin (11/5).
“Berdasarkan informasi dari otoritas Malaysia, kapal tradisional tersebut mengalami kecelakaan saat membawa sejumlah warga asing yang diduga akan memasuki wilayah Malaysia untuk tujuan bekerja,” kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah melalui pesan singkat, Selasa.
Heni memaparkan bahwa pihak SAR serta Polis Maritim Malaysia berhasil mengevakuasi 23 WNI yang meliputi 16 pria dan tujuh wanita dengan rentang usia 21 sampai 48 tahun.
Semua korban yang selamat sudah dievakuasi ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, guna menjalani proses penanganan selanjutnya.
“Pihak otoritas Malaysia saat ini masih melanjutkan operasi pencarian terhadap penumpang lain yang diduga masih hilang. Berdasarkan informasi sementara, terdapat sekitar 14 orang yang masih dalam pencarian,” ujar Heni.
KBRI Kuala Lumpur pun telah melakukan koordinasi dengan Polis Maritim Malaysia mengenai langkah penanganan para WNI tersebut.
Pihak KBRI pun dipastikan bakal memberikan bantuan kekonsuleran serta pengurusan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, ucap Heni.