JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini sedang melaksanakan pengerjaan proyek Jembatan Bokwedi yang berada di Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pelaksanaan proses konstruksi tersebut ditargetkan rampung pada bulan September hingga Oktober 2026 agar infrastruktur jembatan tersebut sudah dapat mulai difungsionalkan menjelang datangnya periode Natal dan tahun baru (Nataru) 2026.
"Ini penanganannya sebenarnya cepat, hanya sekitar 4-5 bulan perkiraan. Insya Allah Natal dan tahun baru 2026 sudah bisa dilewati, dan sudah fungsional," kata Dody dalam tinjauannya, Minggu (17/05/2026), dikutip Senin (18/05/2026).
Kegiatan peninjauan tersebut dilaksanakan guna memantau secara langsung kesiapan dari pengerjaan proyek penggantian jembatan nasional itu demi menaikkan daya tampung aliran sungai sekaligus menyokong konektivitas di wilayah sekitar.
Di sela-sela peninjauannya, Dody memaparkan bahwa pengerjaan Jembatan Bokwedi tersebut dilakukan dengan cara menaikkan level ketinggian jembatan demi mengantisipasi potensi meluapnya air sungai ketika hujan lebat mengguyur area hulu.
Menurut pandangan dia, keadaan sungai yang kini kian menyempit serta mengalami pendangkalan menjadi salah satu pemicu utama yang membikin air sungai meluber sampai membanjiri permukaan jalan.
"Jembatan ini harus kami tinggikan karena sungai-sungai di hulu sudah mulai menyempit dan mendangkal. Sehingga manakala hujan deras di hulu, yang terbawa air adalah kayu," kata Politisi Partai Demokrat itu.
Agenda pengerjaan penggantian Jembatan Bokwedi ini sendiri digarap oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali dengan menggunakan sistem kontrak tahun jamak 2025-2026 yang memiliki nilai kontrak mencapai Rp 11,6 miliar.
Cakupan pengerjaannya meliputi pembuatan struktur pondasi borepile, abutmen jembatan, pemasangan komponen baja sepanjang 30 meter, pembuatan plat lantai jembatan, pelapisan aspal jalan, sampai dengan pembuatan fasilitas trotoar jembatan.
Struktur jembatan yang baru ini diproyeksikan untuk mendongkrak faktor keselamatan serta mempermudah kelancaran sirkulasi lalu lintas kendaraan di area Kota Pasuruan.
Bukan cuma berfokus pada peningkatan aspek struktur jembatan saja, Kementerian PU juga menjalin komunikasi dan koordinasi bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna melakukan penyesuaian level ketinggian pada jalur rel kereta api di sekitar lokasi proyek.
Upaya tersebut ditempuh supaya pergerakan arus air sungai dapat tetap mengalir secara maksimal sewaktu volume debit air sedang tinggi dan tidak terhambat oleh keberadaan infrastruktur lain di kawasan tersebut.
"Kalau jembatan naik dan rel kereta naik, Insya Allah air tidak akan tertahan oleh jembatan maupun rel kereta," ujar Dody.
Proses pembangunan kembali Jembatan Bokwedi ini pun diharap sanggup mempermudah kelancaran distribusi komoditas hasil tani, roda kegiatan perdagangan, serta mendongkrak sektor pariwisata lokal di daerah Pasuruan dan sekitarnya.