TEHERAN - Otoritas Iran menjalin kemitraan dengan lembaga internasional dalam merumuskan sebuah sistem demi menggaransi rute yang aman untuk armada kapal yang berlayar di kawasan Selat Hormuz, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Rabu (20/5/2026).
“Iran, bekerja sama dengan Oman dan berkoordinasi dengan organisasi internasional terkait, berupaya menciptakan mekanisme untuk memastikan keamanan berkelanjutan dan mencegah segala ancaman terhadap kepentingan nasional di Selat Hormuz,” kata Baghaei seperti dikutip penyiar IRIB.
Ia mengimbuhkan, pihak Teheran mempunyai kesiapan untuk merancang kesepakatan protokol pelayaran yang aman bersama dengan negara-negara pantai yang areanya berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.
Pada tanggal 28 Februari yang lalu, pihak Amerika Serikat beserta Israel melancarkan aksi gempuran yang mengarah pada sejumlah titik sasaran di Iran hingga memicu kerusakan serta jatuhnya korban dari kalangan penduduk sipil.
Iran kemudian melancarkan aksi balasan lewat serangan balik ke wilayah kekuasaan Israel serta kompleks militer milik AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Tepat pada tanggal 7 April, pihak Washington dan Teheran mempublikasikan kesepakatan penghentian kontak senjata atau gencatan senjata yang berlaku selama jangka waktu dua pekan.
Agenda dialog lanjutan yang diselenggarakan di Islamabad berakhir tanpa membuahkan kesepakatan, dan Presiden AS Donald Trump memperlama masa penghentian aksi perselisihan demi memberikan tenggat waktu bagi Iran dalam merancang sebuah “proposal terpadu”.
Lonjakan eskalasi yang terjadi di sekitar kawasan Iran telah memicu terjadinya aksi blokade de facto pada wilayah Selat Hormuz yang merupakan rute vital bagi distribusi komoditas minyak bumi serta gas alam cair dari kawasan Teluk Persia menuju ke pasar internasional, sekaligus memberikan imbas buruk terhadap volume ekspor serta kegiatan produksi minyak.
Sebagai dampak dari adanya kendala lalu lintas logistik tersebut, mayoritas negara di belahan dunia kini merasakan lonjakan kenaikan harga pada bahan bakar minyak serta komoditas sektor industri.