Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Resmi Naik Mulai Hari Ini

Kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di SPBU.(Sumber:NET)
Rabu, 10 Juni 2026 | 08:47:05 WIB

JAKARTA - Kabar mengenai banderol Pertamax pada hari ini tengah menjadi sorotan publik pasca PT Pertamina (Persero) secara resmi menerapkan kebijakan perubahan harga BBM per hari Rabu (10/6/2026).

Kebijakan kenaikan ini menyasar produk bahan bakar non-subsidi untuk tipe Pertamax serta Pertamax Green.

Melalui penyesuaian tersebut, para konsumen yang mengandalkan produk bahan bakar berkualitas tinggi rilisan Pertamina perlu mencermati pembaruan nilai jual BBM terkini yang sudah mulai diterapkan hari ini.

Jika muncul pertanyaan mengenai apakah Pertamax mengalami kenaikan tarif, maka jawabannya adalah betul.

Nilai jual Pertamax meroket cukup tinggi setelah dalam periode beberapa bulan ke belakang harganya cenderung stagnan meskipun pergerakan harga minyak mentah di pasar global terus mengalami pasang surut.

Melalui kebijakan penyesuaian yang dirilis oleh pihak Pertamina, angka nominal Pertamax untuk hari ini dipatok pada angka Rp 16.250 per liter.

Nominal tersebut melonjak sebesar Rp 3.950 untuk setiap liternya apabila disandingkan dengan harga lama yang sebelumnya berada pada kisaran Rp 12.300 per liter.

Pada saat yang sama, komoditas Pertamax Green turut mengalami lonjakan harga jual.

Varian bahan bakar minyak dengan spesifikasi nilai oktan yang lebih tinggi tersebut sekarang dibanderol senilai Rp 17.000 per liter, atau melonjak sebesar Rp 5.000 per liter dari nominal sebelumnya yang berada di angka Rp 12.900 per liter.

Adanya lonjakan ini memicu banyak kalangan berbondong-bondong menelusuri kabar mengenai angka nominal terbaru dari Pertamax, termasuk mengomparasikannya dengan produk bahan bakar lain yang masih disediakan oleh Pertamina.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengonfirmasi bahwa langkah penetapan regulasi harga BBM terkini tersebut sudah melewati tahapan penyelarasan bersama pihak pemerintah selaku badan regulator.

Pernyataan dari dia menyebutkan, proses peninjauan kembali diimplementasikan dengan mempertimbangkan dinamika pergerakan harga minyak dunia beserta nilai pasar keekonomian.

"Penyesuaian harga Pertamax and Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Roberth menyampaikan, langkah penyesuaian tarif BBM non-subsidi ini dijalankan selaras dengan regulasi baku yang berlaku dan merupakan bagian dari langkah taktis demi menjaga stabilitas pasokan energi di tingkat nasional.

"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," lanjut Roberth.

Ia mengimbuhkan bahwa pihak Pertamina bakal terus berupaya menjaga titik temu yang seimbang di antara aspek kelangsungan roda bisnis perusahaan, mutu pelayanan, dan juga kepastian ketersediaan energi bagi publik.

Di samping itu, pihak korporasi memberikan garansi bahwa aktivitas penyaluran bahan bakar minyak akan tetap berjalan secara normal walaupun terdapat kebijakan kenaikan tarif pada sejumlah komoditas non-subsidi.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," ucap Robert.

Walaupun produk Pertamax mengalami lonjakan tarif per hari ini, kebijakan penyesuaian tersebut tidak menyasar ke seluruh varian produk bahan bakar yang ada.

Nilai jual untuk Pertamax Turbo dilaporkan tetap bertahan stabil pada angka Rp 20.750 per liter.

Selanjutnya, untuk varian Dexlite masih dipasarkan dengan harga Rp 23.000 per liter serta produk Pertamina Dex yang ajek pada nominal Rp 24.800 per liter.

Sementara itu, banderol untuk produk Pertalite pada hari ini juga dilaporkan tidak menyentuh angka perubahan baru.

Hingga menginjak momentum tanggal 10 Juni 2026, nilai jual Pertalite masih dipatok stabil pada kisaran Rp 10.000 per liter.

Kondisi serupa juga dijumpai pada komoditas Biosolar bersubsidi yang masih terus dipasarkan dengan nominal Rp 6.800 per liter.

Dengan skema tersebut, kendati terjadi lonjakan tarif bensin untuk jenis Pertamax serta Pertamax Green, mayoritas lini produk bahan bakar minyak milik Pertamina yang lain terpantau masih mengacu pada harga yang lama.

Di bawah ini dipaparkan rincian mengenai nominal harga bahan bakar minyak hari ini yang sudah mulai berlaku secara resmi di seluruh gerai SPBU Pertamina per hari Rabu (10/6/2026):

Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter

Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter

Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter

Dexlite (CN 51): Rp 23.000 per liter

Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800 per liter

Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter

Biosolar (CN 48): Rp 6.800 per liter

Adanya lonjakan pada komoditas Pertamax serta Pertamax Green memosisikan kedua jenis produk tersebut sebagai varian yang mencatatkan pergeseran nilai dalam pembaruan angka nominal BBM periode kali ini.

Di sisi lain, nilai jual bensin per hari ini untuk tipe Pertalite beserta deretan jenis BBM lainnya dilaporkan tidak bergeser, sehingga publik masih memiliki sejumlah opsi alternatif yang dapat diselaraskan dengan tingkat keperluan serta daya beli masing-masing.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati