Beban Hidup Naik, Pasien Gangguan Jiwa di Tasikmalaya Melonjak

Ilustrasi, pasien gangguan jiwa (FOTO: NET)
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:03:15 WIB

TASIKMALAYA - Jumlah warga yang mengalami masalah kesehatan mental di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dan mengunjungi RSUD Soekardjo mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena tersebut berlangsung bersamaan dengan kesulitan finansial yang sedang mendera masyarakat dari kalangan menengah ke bawah di tanah air.

Salah satu faktor terbesar yang memperberat beban hidup masyarakat akhir-akhir ini adalah melambungnya harga bermacam-macam kebutuhan pokok harian.

Keadaan semakin pelik sebab penghasilan warga tidak kunjung meningkat atau cenderung stagnan, bahkan berkurang sebagai imbas dari melemahnya nilai tukar mata uang rupiah.

"Jujur saja, kami belum memiliki bangsal khusus untuk perawatan pasien gangguan kejiwaan. Dalam dua tahun terakhir, pasien itu rata-rata per hari bisa mencapai 60 orang," jelas Wakil Direktur Pelayanan RSUD Soekardjo Dokter Titie Purwaninsari, Rabu (10/6/2026).

Titie menjelaskan bahwa sebagian besar dari pasien tersebut tergolong dalam kelompok usia produktif.

Ketersediaan ruang rawat inap khusus dinilai sangat mendesak karena proses pemulihan kesehatan mental membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Jika masuk dalam kategori depresi akut, dikhawatirkan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Makanya membutuhkan bangsal khusus. Kami sudah komunikasikan ke Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jabar. Mudah-mudahan fasilitas tersebut mendapat respon dan segera terealisasi," katanya.

Berdasarkan penuturan Titie, terdapat berbagai faktor yang mendasari fenomena tersebut, mulai dari tingginya tingkat stres karena masalah keuangan, konflik internal keluarga, hingga problematika asmara yang membuat seseorang nekat mengakhiri hidupnya.

Selama ini, ketahanan masing-masing individu dalam menghadapi tekanan hidup memang berbeda-beda dan sangat bergantung pada pertahanan psikologis setiap orang.

"Untuk itu screening, preventif sangat penting. Cirinya yang mengalami depresi bagaimana, paling simpel seperti yang sedih dan perilaku di luar kebiasaan," kata dia.

Selain hal itu, kawasan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya juga diwarnai oleh rentetan kasus bunuh diri dalam jangka waktu beberapa pekan belakangan.

Peristiwa-peristiwa tragis tersebut tersebar mulai dari kejadian di daerah Mangkubumi, aksi terjun di Jembatan Cirahong Manonjaya, sampai kasus terbaru yang berlangsung di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (10/6/2026).

Reporter: Ganis Akjul Karyawati