6 Minuman Alami Pereda Peradangan yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
- Sabtu, 10 Januari 2026
JAKARTA - Peradangan sebenarnya bukan hal asing bagi tubuh. Reaksi ini muncul sebagai mekanisme pertahanan alami ketika tubuh menghadapi infeksi, cedera, atau kerusakan jaringan.
Dalam jangka pendek, peradangan membantu proses pemulihan. Namun, jika berlangsung terlalu lama atau menjadi kronis, kondisi ini justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Peradangan kronis sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, diabetes, gangguan sendi, hingga masalah metabolisme. Karena itu, upaya mengendalikan peradangan menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan jangka panjang.
Baca JugaRekomendasi Tempat Ngopi di Bogor yang Murah dan Dekat dengan Stasiun
Selain menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, pilihan minuman sehari-hari juga dapat berperan dalam membantu meredakan peradangan secara alami.
Beberapa jenis minuman diketahui mengandung antioksidan, vitamin, serta senyawa aktif yang dapat membantu menekan proses peradangan di dalam tubuh. Bahan-bahan alami ini bekerja dengan cara mengurangi stres oksidatif, menenangkan jalur peradangan, dan melindungi sel dari kerusakan. Melansir dari laman Health, berikut ini sejumlah minuman yang dapat membantu mengatasi peradangan secara alami.
1. Teh Hijau
Teh hijau dikenal luas sebagai minuman kaya manfaat. Kandungan utama di dalamnya adalah katekin, yaitu senyawa tumbuhan yang berperan dalam menurunkan stres oksidatif dan mengurangi penanda peradangan dalam tubuh.
Mengonsumsi satu hingga dua cangkir teh hijau setiap hari umumnya sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya tanpa meningkatkan asupan kafein secara berlebihan. Untuk hasil yang optimal, teh hijau sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula, karena gula justru dapat memicu peradangan dan mengurangi manfaat antiinflamasinya.
2. Jus Ceri Asam
Jus ceri asam merupakan sumber antosianin yang tinggi. Antosianin adalah pigmen alami yang terbukti membantu meredakan peradangan dan nyeri otot, sekaligus mendukung kualitas tidur yang lebih baik. Minuman ini kerap menjadi pilihan bagi mereka yang sering mengalami pegal, nyeri sendi, atau kekakuan otot setelah aktivitas fisik.
Konsumsi sekitar setengah cangkir jus ceri asam dua kali sehari dapat membantu memberikan efek antiinflamasi sepanjang hari. Karena rasanya cukup kuat dan mengandung gula alami, jus ini bisa diencerkan dengan air agar lebih ringan dan nyaman dikonsumsi.
3. Kombucha
Kombucha adalah minuman teh fermentasi yang memiliki rasa sedikit asam dan bersoda. Minuman ini mengandung probiotik serta polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa kombucha memiliki potensi antiinflamasi, terutama melalui kemampuannya mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.
Polifenol membantu menetralisir radikal bebas, sementara asam organik yang terbentuk selama proses fermentasi turut mendukung efek antiinflamasi. Konsumsi kombucha sekitar 4–8 ons per hari dianggap cukup untuk memperoleh manfaatnya. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan, sehingga tetap perlu dibatasi.
4. Teh Jahe
Jahe telah lama digunakan sebagai bahan alami untuk mendukung kesehatan. Rimpang ini mengandung hampir 40 senyawa dengan sifat antiinflamasi, termasuk gingerol. Senyawa tersebut berperan dalam menenangkan jalur peradangan dan membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Satu cangkir teh jahe segar per hari sudah dapat memberikan manfaat, terutama jika diminum setelah makan. Selain membantu meredakan peradangan, jahe juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
5. Teh Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang dikenal memiliki efek antiinflamasi yang kuat. Teh kunyit cukup mudah ditemukan dan dapat menjadi pilihan minuman harian untuk membantu meredakan peradangan.
Selain diseduh sebagai teh, kunyit juga dapat dikonsumsi dalam bentuk susu kunyit. Minuman ini biasanya dibuat dengan mencampurkan kunyit dengan susu, jahe, kayu manis, madu atau sirup maple, lada hitam, serta sedikit lemak sehat seperti minyak kelapa. Penambahan lada hitam dan lemak bertujuan untuk membantu tubuh menyerap kurkumin dengan lebih baik, sehingga manfaatnya dapat bekerja secara optimal.
6. Jus Delima
Jus delima dikenal kaya akan polifenol, terutama punicalagin, yang berperan dalam meredakan peradangan sistemik. Senyawa ini diketahui dapat membantu menurunkan kadar protein C-reaktif, salah satu penanda utama peradangan dalam tubuh.
Mengonsumsi sekitar satu cangkir jus delima 100% setiap hari dapat membantu tubuh melawan stres akibat aktivitas harian. Jika rasa asamnya terasa terlalu kuat, jus delima dapat diencerkan dengan air. Alternatif lain yang juga memiliki manfaat serupa adalah jus anggur atau jus buah beri, yang mengandung antosianin dan resveratrol dengan sifat antioksidan.
Itulah sejumlah minuman yang dapat membantu mengatasi peradangan secara alami. Dengan memilih minuman yang tepat dan mengonsumsinya secara seimbang, tubuh dapat memperoleh dukungan tambahan untuk mengendalikan peradangan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Semoga bermanfaat.
Mazroh Atul Jannah
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026
Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026
- Sabtu, 10 Januari 2026
Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru
- Sabtu, 10 Januari 2026
Berita Lainnya
Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor yang Murah dan Dekat dengan Stasiun
- Sabtu, 10 Januari 2026












