JAKARTA - Pasar modal Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar yang mempengaruhi kepercayaan investor.
Penghentian indeks rebalancing oleh MSCI yang memengaruhi saham-saham Indonesia menjadi pemicu goncangan pasar.
Dalam situasi ini, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mendorong Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera melakukan perbaikan mendasar. Upaya ini penting untuk memastikan pasar modal kembali stabil dan mampu bersaing secara global.
Baca JugaDPR Dorong Prioritas Baru untuk Pimpinan OJK Hadapi Tantangan Pasar
Komitmen Pemerintah sebagai Landasan Pemulihan Pasar Modal
Eddy Soeparno memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi krisis pasar modal. Melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah menegaskan komitmen untuk meningkatkan free float dan transparansi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia.
Kebijakan ini menjadi hal yang sangat dinantikan oleh para investor, khususnya investor asing yang selama ini memegang peranan besar dalam perdagangan saham di pasar modal Indonesia.
Dengan peningkatan transparansi dan porsi saham yang dapat diperdagangkan secara publik, diyakini dapat mengembalikan kepercayaan investor dan mencegah penurunan peringkat MSCI dari emerging market ke frontier market.
Komitmen ini bukan hanya sebuah kebijakan teknis, tetapi menjadi strategi penting untuk memperkuat pondasi pasar modal Indonesia agar lebih resilient menghadapi berbagai tekanan dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Tenggat Evaluasi MSCI dan Pentingnya Tata Kelola yang Baik
MSCI telah memberikan batas waktu hingga Mei 2026 bagi Indonesia untuk memperbaiki aspek transparansi dan tata kelola pasar modal. Oleh sebab itu, peran Direksi BEI dan OJK sangat krusial dalam menjalankan berbagai perbaikan yang dibutuhkan.
Menurut Eddy, MSCI bukan sekadar sebagai acuan investor institusional asing, tetapi juga berfungsi sebagai “license to invest” yang menentukan seberapa besar dana asing akan masuk ke pasar saham Indonesia.
Saat ini, sekitar 45% dari total nilai kepemilikan saham di BEI berasal dari investor asing, sehingga kepercayaan mereka menjadi faktor vital bagi kelangsungan pasar.
Penurunan indeks saham hingga hampir 8% akibat aksi jual besar-besaran yang terjadi beberapa waktu lalu menunjukkan betapa rentannya pasar modal terhadap persepsi investor asing.
Oleh karena itu, perbaikan tata kelola dan transparansi menjadi langkah mutlak yang harus dilaksanakan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Dampak Penurunan Saham bagi Kekayaan Nasional dan Investor Ritel
Eddy juga mengingatkan bahwa penurunan harga saham tidak hanya berdampak pada angka di layar perdagangan, tapi juga menyentuh kekayaan nasional secara keseluruhan. Turunnya harga saham BUMN dan perusahaan besar lain berarti pengurangan nilai aset negara yang tentu memiliki konsekuensi luas bagi perekonomian.
Lebih jauh, investor minoritas atau ritel yang biasanya adalah individu dengan tabungan pribadi dan dana pensiun menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka bergantung pada investasi pasar modal sebagai salah satu sumber kekayaan dan perlindungan finansial jangka panjang.
Penurunan nilai saham secara signifikan akan mengikis nilai tabungan mereka dan berpotensi mengganggu kesejahteraan finansial keluarga.
Perlindungan terhadap investor kecil ini menjadi alasan utama bagi MPR untuk menuntut perbaikan tata kelola dan pengawasan yang ketat di pasar modal. Pasar yang sehat harus mampu memberi ruang yang adil bagi semua pelaku investasi, bukan hanya bagi investor besar atau institusional.
Perbaikan Berkelanjutan Sebagai Kunci Pasar Modal Berkualitas
Menurut Eddy, waktu yang tersedia untuk berbenah memang tidak panjang, tapi ini bukan alasan untuk berhenti bekerja. Direksi BEI dan OJK harus bergerak cepat dan tanpa henti melakukan evaluasi serta perbaikan sistemik.
Proses ini harus bersifat berkelanjutan agar pasar modal Indonesia tidak hanya lolos dari evaluasi MSCI, tapi juga tumbuh menjadi pasar yang kuat, transparan, dan berstandar internasional.
Pasar modal yang sehat dan berkinerja baik akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Selain meningkatkan likuiditas, pasar yang dikelola dengan baik juga dapat menarik lebih banyak investor berkualitas dan memperkuat daya saing Indonesia di mata dunia.
Komitmen untuk menjaga standar tata kelola yang tinggi juga akan memberikan sinyal positif bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan emiten dan masyarakat luas yang mengandalkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dan investasi.
Harapan MPR kepada Pimpinan Baru BEI dan OJK
Wakil Ketua MPR ini berharap pimpinan baru BEI dan OJK bisa menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan visioner dalam menjalankan amanat memperbaiki pasar modal.
Selain menjalankan tugas teknis, mereka diharapkan mampu menjalin komunikasi terbuka dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari investor domestik, investor asing, hingga pelaku pasar lainnya.
Kepemimpinan yang responsif dan transparan akan menjadi pondasi penting untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menciptakan stabilitas jangka panjang. Dengan langkah yang tepat dan terukur, pasar modal Indonesia diprediksi dapat pulih dengan cepat dan tumbuh lebih solid.
Selain itu, pimpinan BEI dan OJK harus siap berinovasi dan menyesuaikan diri dengan dinamika global agar mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang pasar yang terus berubah.
MPR yakin dengan perbaikan yang menyeluruh dan kepemimpinan yang tepat, pasar modal Indonesia dapat menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Fenomena Instagram Face: Mengapa Industri Kecantikan Kebal Resesi Ekonomi?
- Senin, 02 Februari 2026
MK Putuskan KKI dan Kolegium Independen, Kemenkes Siap Lakukan Penyesuaian
- Senin, 02 Februari 2026
Rekam Jejak Friderica dan Hasan Fawzi, Nahkoda Baru Dewan Komisioner OJK
- Senin, 02 Februari 2026
Prediksi Udinese Vs AS Roma: Ujian Konsistensi Giallorossi di Stadion Bluenergy
- Senin, 02 Februari 2026
Berita Lainnya
MK Putuskan KKI dan Kolegium Independen, Kemenkes Siap Lakukan Penyesuaian
- Senin, 02 Februari 2026
Rekam Jejak Friderica dan Hasan Fawzi, Nahkoda Baru Dewan Komisioner OJK
- Senin, 02 Februari 2026
Prediksi Udinese Vs AS Roma: Ujian Konsistensi Giallorossi di Stadion Bluenergy
- Senin, 02 Februari 2026
Prediksi Udinese Vs AS Roma: Ujian Tembok Giallorossi Tanpa Paulo Dybala
- Senin, 02 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Meningkatnya Kunjungan Wisman Dorong Devisa Besar bagi Indonesia
- 02 Februari 2026
3.
Sawit Berperan Penting dalam Kemandirian Energi dan Ekonomi
- 02 Februari 2026







