Pasar Kripto Membara: Bitcoin dan Altcoin Terkoreksi Dalam di Awal Februari
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Awan mendung tampaknya masih betah menyelimuti pasar aset digital global pada pertengahan pekan ini. Para investor dan pelaku pasar kripto harus kembali berhadapan dengan kenyataan pahit saat layar perdagangan menunjukkan dominasi warna merah yang pekat. Tekanan jual yang masif membuat kapitalisasi pasar aset kripto secara keseluruhan merosot tajam, melanjutkan tren negatif yang sudah dimulai sejak pergantian bulan. Gejolak ini mencerminkan tingginya volatilitas dan rapuhnya sentimen pasar terhadap aset risiko di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026.
Harga Bitcoin dan harga kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada Rabu pukul 6:45 WIB. Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah. Tidak ada aset utama yang mampu melepaskan diri dari tarikan gravitasi koreksi kali ini, menciptakan kepanikan kecil di kalangan pemegang aset jangka pendek yang berharap adanya rebound cepat.
Bitcoin Gagal Bertahan dan Menyeret Pasar ke Zona Merah
Baca JugaTransformasi Digital DKC Majalengka: Dekatkan Pramuka Lewat Media Sosial Terutama WhatsApp
Sebagai pemandu arah pasar, pergerakan Bitcoin selalu menjadi tolok ukur utama. Sayangnya, kali ini Sang Raja Kripto gagal mempertahankan level psikologisnya dan justru memimpin pelemahan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih melemah. Bitcoin turun 4,21 persen dalam 24 jam dan 15,50 persen sepekan.
Koreksi mingguan yang menyentuh dua digit ini menandakan adanya tekanan jual yang sistematis. Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 75.503 per koin atau setara Rp 1,26 miliar (asumsi kurs Rp 16.766 per dolar AS). Penurunan di bawah angka Rp 1,3 miliar ini tentu menjadi perhatian serius bagi para analis teknikal yang sebelumnya memprediksi adanya level dukungan kuat di area tersebut.
Ethereum dan Altcoin Utama Alami Penurunan Drastis
Efek domino dari jatuhnya Bitcoin terasa jauh lebih menyakitkan bagi aset-aset alternatif atau altcoin. Ethereum, sebagai aset kripto terbesar kedua, mengalami nasib yang lebih buruk dengan persentase penurunan harian yang hampir mencapai dua digit. Ethereum (ETH) turut melemah. ETH ambles 9,23 persen sehari terakhir dan 16,86 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 41,1 juta per koin.
Pelemahan ini juga merembet ke koin-koin besar lainnya yang biasanya memiliki fundamental kuat. Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 2,84 persen dan 15,81 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 12,6 juta per koin. Kondisi serupa dialami oleh Cardano, di mana ADA terkoreksi 2,95 persen dalam sehari dan 19,26 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 4.867 per koin.
Solana, XRP, dan Fenomena Kejatuhan Koin Meme
Sektor yang biasanya menawarkan imbal hasil tinggi seperti Solana juga tidak luput dari pembantaian pasar. Adapun Solana (SOL) turut anjlok. SOL turun 6,75 persen dalam sehari dan 23,02 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,63 juta per koin. Penurunan mingguan lebih dari 23 persen menempatkan Solana sebagai salah satu pecundang terbesar dalam jajaran sepuluh besar kripto saat ini.
Di sisi lain, XRP juga harus pasrah mengikuti arus penurunan. XRP kembali berada di zona merah. XRP melemah 3,08 persen dalam sehari terakhir dan 17,62 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 26.354 per koin. Bahkan, koin yang mengandalkan dukungan komunitas dan sentimen media sosial seperti Dogecoin pun tak berdaya. Koin Meme Dogecoin (DOGE) turut melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 2,33 persen dan 15,95 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.770 per token.
Stabilitas Stablecoin dan Nilai Kapitalisasi Pasar Global
Di tengah badai yang melanda aset-aset volatil, stablecoin tetap menjalankan fungsinya sebagai pelabuhan aman sementara bagi para pedagang yang ingin menghindari risiko lebih jauh. Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di kisaran level USD 1,00, keduanya sama-sama melemah masing-masing 0,01 dan 0,02 persen, sebuah pergerakan minor yang masih dalam batas kewajaran pasak dolar.
Secara kumulatif, hilangnya nilai aset di seluruh bursa menyebabkan penyusutan aset digital secara masif di tingkat global. Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,56 triliun atau setara Rp 49.920 triliun, melemah sekitar 3,28 persen dalam sehari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa triliunan rupiah telah menguap dari pasar hanya dalam waktu 24 jam, menegaskan kembali pentingnya manajemen risiko bagi setiap investor.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Revolusi Pengisian Daya: BYD Siapkan Megawatt 1.500 kW dan Audi RS5 Avant Hybrid
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Ritel Kecantikan: Maksimalkan 'Double Date' demi Dongkrak Transaksi 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Pemkot Bandung Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Amankan Tiket Mudik H-1 Lebaran 2026 Melalui Access by KAI
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Revolusi Pengisian Daya: BYD Siapkan Megawatt 1.500 kW dan Audi RS5 Avant Hybrid
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Ritel Kecantikan: Maksimalkan 'Double Date' demi Dongkrak Transaksi 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Pemkot Bandung Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H
- Rabu, 04 Februari 2026








