KAI Siapkan Headway KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Lebih Singkat pada 2029
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Wajah transportasi publik di wilayah penyangga Ibu Kota bersiap mengalami transformasi besar. Fokus utama kini tertuju pada peningkatan kapasitas dan efisiensi waktu tunggu (headway) di lintas Commuter Line yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Rangkasbitung. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi akan terus meningkat secara signifikan dalam satu dekade ke depan.
Melalui sinergi antara regulator dan operator, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tengah mematangkan proyeksi layanan hingga tahun 2035. Upaya percepatan frekuensi perjalanan kereta ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengurai kepadatan penumpang di jalur padat yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Banten tersebut.
FGD Strategis: Membedah Kapasitas Kereta Api Masa Depan
Baca JugaStrategi Amankan Tiket Mudik H-1 Lebaran 2026 Melalui Access by KAI
Langkah awal dari misi besar ini telah dimatangkan dalam sebuah forum diskusi mendalam. Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang secara khusus membahas proyeksi kebutuhan sarana dan prasarana perkeretaapian nasional. Berdasarkan pantauan pada Selasa (3/2/2026), forum tersebut menjadi wadah konsolidasi berbagai pemangku kepentingan strategis.
Sejumlah pihak yang terlibat aktif dalam diskusi ini meliputi perwakilan dari Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, serta Direktorat Keselamatan Perkeretaapian. Dari sisi operator, hadir perwakilan Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero), Daop I Jakarta PT KAI (Persero), hingga PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Pertemuan ini juga melibatkan unsur internasional, yakni Senior Representative JICA Indonesia Office dan Konsultan Oriental Consultant Global (OCG) Co., Ltd., sebagai bagian dari kemitraan strategis pembangunan infrastruktur.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian, Ferdian Suryo Adhi Pramono, bersama Kepala Seksi Prasarana B.G. Kunta Wibisana, memimpin jalannya diskusi yang berfokus pada penguatan kapasitas layanan ini.
Pemanfaatan Loan JICA dalam Proyek Railway Capacity Enhancement
Proyek peningkatan layanan ini memiliki landasan finansial dan teknis yang kuat melalui skema kerja sama internasional. "Pada hari Rabu, 28 Januari 2026 dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan Railway Capacity Enhancement di bawah Loan JICA IP 563 yang digawangi oleh Direktorat Prasarana Perkeretaapian," demikian bunyi keterangan resmi yang dirilis dalam forum tersebut.
Kerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) ini diarahkan untuk memperkuat tulang punggung sistem transportasi rel di Jakarta dan sekitarnya. Proyek ini tidak hanya sekadar menambah jumlah perjalanan, tetapi juga menyangkut pembaruan sistem persinyalan, penguatan daya listrik aliran atas, hingga optimalisasi prasarana di sepanjang lintas Tanah Abang-Rangkasbitung.
Dalam FGD tersebut, fokus pembahasan mencakup Hasil Kajian dan Proyeksi Penumpang Commuter hingga tahun 2035. Rekomendasi teknis disusun untuk memastikan bahwa fasilitas yang ada nantinya mampu menampung ledakan jumlah pengguna jasa di masa depan. Selain itu, dikaji pula detail mengenai Pola Operasi serta penyusunan Basic Engineering Design (BED) yang menjadi fondasi pembangunan fisik dan sistem.
Target Headway 4-8 Menit: Transformasi Waktu Tunggu Penumpang
Poin paling krusial yang menjadi dambaan para pengguna KRL adalah target pemangkasan waktu tunggu kereta. KAI dan DJKA telah menetapkan sasaran ambisius untuk memangkas headway di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung agar menjadi jauh lebih singkat dari kondisi saat ini.
"Output dari Project Railway Capacity Enhancement (IP 563) sendiri akan lebih difokuskan pada peningkatan headway di lintas Tanah Abang - Rangkasbitung hingga 4-8 menit," tulis keterangan dalam unggahan hasil diskusi tersebut.
Saat ini, headway di jalur Rangkasbitung masih sering dikeluhkan penumpang karena intervalnya yang belum sekerap lintas Bogor. Dengan target maksimal delapan menit dan minimal empat menit pada jam sibuk, mobilitas masyarakat dari Lebak, Tangerang, hingga Jakarta akan menjadi jauh lebih dinamis dan efisien. Penurunan waktu tunggu ini diyakini akan secara otomatis meningkatkan daya angkut harian Commuter Line secara keseluruhan.
Timeline Pengoperasian dan Harapan DJKA
Transformasi ini tentu tidak bisa diwujudkan dalam semalam. Peningkatan kapasitas rel memerlukan waktu konstruksi dan integrasi sistem yang matang. DJKA menargetkan agar peningkatan headway yang lebih cepat ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas pada akhir dekade ini.
Pihak otoritas perkeretaapian (DJKA) berharap target percepatan frekuensi perjalanan tersebut dapat dioperasikan secara penuh pada pertengahan tahun 2029. Rentang waktu dari sekarang hingga 2029 akan diisi dengan berbagai pengerjaan teknis berdasarkan hasil kajian yang telah didiskusikan dalam FGD pekan lalu.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya preventif untuk menghadapi fenomena urbanisasi yang terus meningkat di wilayah Barat Jakarta. Dengan tersedianya transportasi publik yang handal dan memiliki waktu tunggu yang singkat, diharapkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi di jalan raya dapat berkurang secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan kemacetan di jalan arteri maupun tol.
Sinergi Keamanan dan Kenyamanan Penumpang
Meskipun fokus utama diskusi adalah pada kapasitas dan headway, aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi pilar yang tidak terpisahkan. Keterlibatan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian dalam FGD ini menunjukkan bahwa penambahan frekuensi perjalanan kereta harus dibarengi dengan peningkatan standar pengamanan jalur serta sarana.
Dengan pengoperasian stasiun-stasiun baru di lintas ini—seperti Stasiun Jatake yang belum lama ini resmi beroperasi—tantangan pengelolaan arus penumpang akan semakin besar. Oleh karena itu, proyek Railway Capacity Enhancement ini menjadi jawaban komprehensif bagi kebutuhan mobilitas modern di kawasan megapolitan Jakarta.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Revolusi Pengisian Daya: BYD Siapkan Megawatt 1.500 kW dan Audi RS5 Avant Hybrid
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Ritel Kecantikan: Maksimalkan 'Double Date' demi Dongkrak Transaksi 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Pemkot Bandung Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Amankan Tiket Mudik H-1 Lebaran 2026 Melalui Access by KAI
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Revolusi Pengisian Daya: BYD Siapkan Megawatt 1.500 kW dan Audi RS5 Avant Hybrid
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Ritel Kecantikan: Maksimalkan 'Double Date' demi Dongkrak Transaksi 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi Pemkot Bandung Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H
- Rabu, 04 Februari 2026








