Rekomendasi Saham Dan Pergerakan IHSG Rabu 4 Februari 2026

Rekomendasi Saham Dan Pergerakan IHSG Rabu 4 Februari 2026
Rekomendasi Saham Dan Pergerakan IHSG Rabu 4 Februari 2026

JAKARTA - Optimisme kembali menyelimuti pasar saham domestik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tekanan pada perdagangan sebelumnya. 

Momentum rebound ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah kombinasi sentimen teknikal dan dukungan pergerakan bursa regional Asia. Meski arus dana asing masih mencatatkan penjualan bersih, penguatan indeks menunjukkan adanya respons positif dari investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Memasuki perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan tetap dibayangi sikap kehati-hatian investor. 

Baca Juga

Penerimaan Pajak Awal Tahun Menguat, Purbaya Optimistis Ekonomi 2026 Stabil

Sejumlah analis menilai peluang penguatan masih terbuka, meski pasar menanti kejelasan arah kebijakan serta hasil pertemuan regulator dengan MSCI. Kondisi ini membuat strategi selektif terhadap saham-saham pilihan menjadi krusial bagi pelaku pasar.

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu, 4 Februari 2026

Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini,abu, 4 Februari 2026 diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan tengah pekan ini seiring sentimen teknikal dan dukungan pasar regional.

 Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil bangkit dari tekanan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit rebound dan ditutup menguat 2,52% ke 8.122. 

Investor asing atau net foreign sell tercatat sebesar Rp760,05 miliar namun penguatan ini dinilai lebih bersifat teknikal terhadap saham-saham konglomerasi yang sebelumnya tertekan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak menguji area resistansi pada perdagangan hari ini di kisaran level 8.297–8.408. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza, menyebut sentimen pasar masih cenderung berhati-hati meski peluang penguatan tetap terbuka.

“Investor masih wait and see menunggu kejelasan kebijakan serta hasil pertemuan regulator–MSCI, dengan sentimen positif ditopang penguatan bursa Asia, rebound komoditas, dan harapan pemulihan kepercayaan pasar domestik,” kata Reza.

Saham Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas

Di tengah kondisi pasar yang mulai membaik, saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) menjadi salah satu pilihan utama analis. Saham ini dinilai mampu rebound dari area support Rp1.475–Rp1.590 dan melanjutkan penguatan. 

Kinerja positif ARCI turut didukung oleh kenaikan harga emas global yang menjadi sentimen tambahan bagi saham emiten pertambangan emas tersebut.

Analis merekomendasikan pembelian saham ARCI pada kisaran harga Rp1.600–Rp1.700, dengan target harga di level Rp1.770 dan Rp1.955. Adapun batas kerugian atau stop loss disarankan berada di bawah Rp1.500 per saham guna mengantisipasi potensi pembalikan arah.

Selain ARCI, saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga masuk dalam daftar rekomendasi harian. Pada perdagangan terakhir, ASII dinilai telah menguat secara signifikan dan berpotensi menguji level resistance di Rp6.900. 

Sentimen buyback saham yang dilakukan perseroan pada periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026 turut menjadi faktor pendukung potensi penguatan lanjutan. ASII menganggarkan dana buyback hingga maksimal Rp2 triliun.

“Pada perdagangan terakhir, ASII berhasil menguat signifikan dan berpotensi menguji level resistance pada Rp6.900. Jika tertembus, maka ada potensi lanjutan penguatan dengan target resistance selanjutnya pada Rp7.200–Rp7.475,” tambah Reza.

Rekomendasi berikutnya adalah saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL). Saham ini dinilai menarik karena adanya akumulasi investor asing. 

Pada perdagangan sebelumnya, BULL tercatat diakumulasi oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp21,61 miliar. Analis merekomendasikan saham BULL dengan target harga Rp484 dan Rp530 per saham.

Sementara itu, analis justru merekomendasikan pelepasan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN). Emiten milik MNC Group tersebut direkomendasikan jual karena masih berada dalam tren bearish. Harga saham MSIN dinilai masih tertekan dan berpotensi menuju level fibbonacci extension di Rp288.

IHSG Dibuka Menguat

Pada perdagangan pagi hari, IHSG dibuka menguat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat naik 0,24% ke level 8.142,16. Sebanyak 304 saham menguat, 197 saham melemah, dan 457 saham stagnan.

Penguatan IHSG pada awal perdagangan terutama ditopang oleh saham-saham terafiliasi konglomerat, termasuk emiten milik Prajogo Pangestu, Bakrie, dan Salim. Dari saham berkapitalisasi besar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melonjak 7,07%, diikuti PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang naik 6,05%, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang menguat 3,90%.

Saham kongsi Salim–Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), naik 6,28%. Selain itu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga mencatatkan kenaikan.

Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami pelemahan, antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA).

Pandangan Analis Lain

Analis BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan bahwa IHSG masih berpeluang menguat dengan menguji area resistance 8.297–8.408, bergantung pada meredanya aksi jual serta keberlanjutan rebound komoditas.

Sementara itu, Tim Analis Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan terbatas dengan menguji resistance 8.167 sebelum menuju level 8.231. Meski demikian, pergerakan indeks dinilai masih cenderung netral akibat sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif.

Dari sisi domestik, kondisi makro menunjukkan perbaikan dengan PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 52,6 pada Januari 2026, yang menandakan ekspansi manufaktur semakin solid. Namun, tekanan inflasi juga meningkat dengan inflasi tahunan mencapai 3,55%, tertinggi sejak Mei 2023.

Dari sisi global, ketidakpastian muncul akibat absennya rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat Januari, yang menjadi indikator penting arah kebijakan The Fed. Selain itu, Bank Sentral Australia menaikkan suku bunga acuannya menjadi 3,85%, kenaikan pertama dalam dua tahun.

Untuk rekomendasi saham, Sinarmas Sekuritas menyarankan speculative buy pada AKRA dengan target 1.360–1.400 serta WIIM dengan target 2.050–2.100.

Rekomendasi mingguan mencakup ADMR dengan posisi hold, HRTA speculative buy dengan target 1.950–2.070, serta SSMS buy on weakness dengan target 1.700–1.790.

Analis MNC Sekuritas menilai IHSG hari ini kembali menguat di zona hijau. Berdasarkan MNCS Daily Scope Wave, IHSG masih berada pada bagian dari wave [x] dan berpotensi melanjutkan kenaikan ke kisaran 8.199–8.527. Meski demikian, investor diminta mencermati potensi koreksi di rentang 7.968–8.066.

Sindi

Sindi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Diplomasi AI: Strategi BKSAP DPR RI Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

Diplomasi AI: Strategi BKSAP DPR RI Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

Revolusi Pengisian Daya: BYD Siapkan Megawatt 1.500 kW dan Audi RS5 Avant Hybrid

Revolusi Pengisian Daya: BYD Siapkan Megawatt 1.500 kW dan Audi RS5 Avant Hybrid

Evolusi Elektrik: Nissan Ariya 2026 Siap Guncang Dominasi EV Premium

Evolusi Elektrik: Nissan Ariya 2026 Siap Guncang Dominasi EV Premium

Strategi Ritel Kecantikan: Maksimalkan 'Double Date' demi Dongkrak Transaksi 2026

Strategi Ritel Kecantikan: Maksimalkan 'Double Date' demi Dongkrak Transaksi 2026

Strategi Pemkot Bandung Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H

Strategi Pemkot Bandung Jamin Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H