Breaking

Viral Tagihan Air Melonjak Tinggi, Dirut PAM Jaya Beri Penjelasan

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Selasa, 02 Juni 2026
Viral Tagihan Air Melonjak Tinggi, Dirut PAM Jaya Beri Penjelasan
Dirut PAM Jaya. (Sumber: NET)

JAKARTA - Kalangan pengguna layanan dari pihak PAM Jaya melayangkan keluhan terkait adanya pembengkakan tagihan pembayaran air yang dianggap tidak masuk akal.

Salah satu bentuk keluhan yang beredar di platform media sosial Threads memperlihatkan nominal tagihan melonjak drastis dari kisaran Rp 30 ribu pada periode April 2026 menjadi menyentuh Rp 760 ribu pada Mei 2026.

Mengacu pada lembar bukti pembayaran yang disebarluaskan, lonjakan nominal tersebut berjalan selaras dengan adanya kenaikan angka pada meteran air menjadi 69 pada Mei 2026 dari posisi sebelumnya yang berada di angka 5 pada April 2026.

Kendati demikian, pihak pelanggan yang bersangkutan memberikan pengakuan bahwa aktivitas pemakaian air di kediamannya sejatinya berlangsung normal seperti hari-hari biasa.

Ungkapan keluhan senada turut diutarakan oleh beberapa konsumen lainnya yang mengklaim nilai tagihan berkala mereka membubung tinggi secara tidak wajar.

Merespons bergulirnya isu hangat ini, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin memberikan tanggapan resminya.

Arief memberikan penegasan bahwa sama sekali tidak terdapat agenda kebijakan kenaikan tarif dari manajemen PAM Jaya semenjak momen akhir Desember 2024 yang lalu.

"Tidak ada kenaikan tarif kecuali akhir 2024 Desember," ujar Arief saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (2/6/2026).

Dirinya melayangkan dugaan bahwa pemicu pembengkakan tagihan tersebut diakibatkan oleh munculnya kebocoran yang terjadi di area instalasi internal rumah.

Asumsi tersebut disandarkan pada temuan-temuan di lapangan sebelumnya oleh jajaran tim PAM Jaya pada sejumlah contoh kasus yang serupa.

"Bisa jadi kebanyakan ada kebocoran internal rumah, karena kebanyakan setelah didatangi temuannya banyak kebocoran di rumah internal seperti pelampung atau pipa pecah dan lain-lain yang telat terdeteksi," jelas Arief.

 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua