Breaking

Bos Toyota Merasa Sendirian Pertahankan Mobil Mesin Konvensional

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Kamis, 11 Juni 2026
Bos Toyota Merasa Sendirian Pertahankan Mobil Mesin Konvensional
Ketua Dewan Direksi Toyota Motor Corporation Akio Toyoda mengenalkan subjenama baru di bawah TMC, Century, dalam ajang Japan Mobility Show 2025 di Tokyo Big Sight. (Sumber: NET)

JAKARTA - Pemimpin Dewan Direksi Toyota Motor Corporation Akio Toyoda membeberkan kecemasan utamanya terkait masa depan industri otomotif ketika diwawancarai oleh pengamat mobil Mat Watson dalam tayangan CarWow asal Inggris.

"Semua orang beralih ke BEV, ini adalah ketakutan terbesar saya," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran CarWow pada Senin (8/10).

Kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan tipe mobil elektrik yang mengandalkan baterai sepenuhnya sebagai sumber penggerak tunggal.

"Tiga atau empat tahun yang lalu, saya adalah satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, saya menyukai suara, dan saya menyukai mesin, dan saya ingin mempertahankan pekerjaan bagi pemasok mesin," kata Toyoda.

"Tetapi, tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," kata pencinta mobil itu.

Toyoda menjelaskan bahwa memproduksi kendaraan ramah lingkungan yang bebas karbon dan mendatangkan profit memang sebuah keharusan, namun hal tersebut tidak memicu gairahnya secara personal.

"Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang ingin saya simpan di garasi saya. Kalau saya harus membuat mobil netral karbon saja, itu tidak menarik," katanya.

Berbeda dengan para kompetitornya, raksasa otomotif Toyota terpantau belum terlalu masif dalam meluncurkan lini kendaraan bertenaga listrik murni ke pasaran.

Sampai kisaran setahun lalu, Toyota tercatat cuma menjajakan model bZ4X, sebelum akhirnya merilis Urban Cruiser dan bZ4X Touring sebagai opsi yang sifatnya terbatas baru-baru ini.

Di samping mematangkan teknologi mobil listrik, produsen dari Negeri Sakura ini aktif menanamkan investasi untuk meriset kendaraan hibrida, fuel cell electric vehicle (FCEV), dan mesin hidrogen.

Pihak Toyota sangat mengerti bahwa ke depan mereka dituntut memproduksi lebih banyak varian kendaraan ramah lingkungan, termasuk di dalamnya mobil listrik.

Berdasarkan data terkini yang dilansir Carscoops pada Rabu, suksesor GR Yaris diprediksi bakal berevolusi menjadi mobil hibrida bertenaga besar yang memadukan mesin baru 2.0 liter empat silinder turbo dengan motor listrik serta baterai kompak.

Toyota pun kedapatan tetap memproduksi mobil sport berbahan bakar bensin konvensional di tengah regulasi ambang batas emisi yang kian memperketat ruang gerak.

Pabrikan ini memperkenalkan GR GT teranyar yang menggendong mesin V8 twin-turbo 4.0 liter murni tanpa sentuhan listrik, sekaligus bersiap menetaskan mobil sport ekonomis seperti penerus MR2 serta membangkitkan kembali Celica.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua