Breaking

Piala Dunia 2026, Presiden FIFA: Momen untuk Mempersatukan Dunia

GA
Ganis Akjul Karyawati

Editor: Sutomo

Jumat, 12 Juni 2026
Piala Dunia 2026, Presiden FIFA: Momen untuk Mempersatukan Dunia
Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino (FOTO: NET)

MEXICO CITY - Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada Rabu (10/6) mengungkapkan bahwa ajang Piala Dunia FIFA akan menjadi perayaan sepak bola dunia seiring persiapan turnamen yang akan dimulai di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Saat menyampaikan pidato menjelang pertandingan pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, Infantino mendefinisikan turnamen ini sebagai momen penuh sukacita, perayaan, serta kebahagiaan, sekaligus mengajak semua pihak untuk terus memusatkan perhatian pada laga di lapangan.

"Jika Anda ingin mengkritik saya, silakan saja. Tidak masalah, tidak apa-apa," kata Infantino kepada awak media.

"Namun, dukunglah persatuan di Piala Dunia, doronglah masyarakat untuk datang ke Piala Dunia, merasakan emosi yang Anda semua pernah rasakan saat masih anak-anak, dan saya berharap Anda masih dapat merasakannya sekarang karena kami ingin mempersatukan dunia," katanya.

Infantino memaparkan bahwa turnamen dengan format terbaru yang lebih luas ini sudah melampaui berbagai rekor bahkan sebelum pertandingan perdana berlangsung.

Pimpinan FIFA tersebut menginformasikan bahwa lebih dari enam juta tiket telah habis terjual dan sebanyak 17.000 perwakilan media telah mendapatkan akreditasi di 16 kota yang menjadi tuan rumah.

Kompetisi ini akan menghadirkan 48 tim dengan total 104 pertandingan, serta diprediksi akan ditonton oleh sekitar enam miliar pemirsa di seluruh dunia melalui layar kaca.

"Kami ingin menyelenggarakan Piala Dunia terbesar, terbaik, terhebat, dan paling inklusif dalam sejarah FIFA," kata Infantino.

Infantino menambahkan bahwa para pendukung tetap menjadi fondasi utama ajang ini, sembari menegaskan bahwa dampak Piala Dunia melampaui batas stadion tempat pertandingan diselenggarakan.

"Tentu saja, para penggemarlah yang membuat Piala Dunia menjadi seperti sekarang ini," ujarnya.

"Akan ada jutaan orang lainnya di zona penggemar, festival penggemar, dan acara nonton bareng, tidak hanya di tiga negara tuan rumah, tetapi juga di seluruh dunia."

Ia juga menyoroti keikutsertaan Iran sebagai bukti nyata kekuatan sepak bola dalam menyatukan bangsa meski menghadapi berbagai hambatan.

"Ketika orang-orang mengatakan, tidak mungkin Iran datang ke Piala Dunia, saya mengatakan kepada mereka dan berjanji bahwa mereka akan datang," tutur Infantino.

"Jika saya harus pergi ke Teheran dengan bus dan membawa mereka ke sini, saya akan melakukannya. Saya sangat senang bahwa kami berhasil membuat Iran datang dan bermain di Piala Dunia ini," katanya.

Pria asal Swiss ini turut mengumumkan bahwa FIFA telah menyetujui nota kesepahaman (MoU) bersama FIFPRO, selaku serikat pemain sepak bola dunia, sebagai upaya untuk mempererat sinergi dengan badan pengatur, klub, liga, hingga para pemain.

"Ini adalah kabar baik. Ini tentang persatuan, tentang menyatukan semua orang," katanya.

Di penghujung pernyataannya, ia menyampaikan bahwa Piala Dunia menjadi kesempatan bagi warga dunia untuk bersama-sama mengalami emosi murni yang ditawarkan oleh sepak bola.

"Semua orang ini ingin menikmati momen kebahagiaan, momen di mana masalah sehari-hari dapat dikesampingkan dan mereka bisa menikmati permainan," tuturnya.

"Mereka bisa menikmati pertandingan dan menangis jika tim mereka kalah atau menangis jika tim mereka menang. Merasakan emosi ini dalam komunitas bersama orang lain."

Turnamen Piala Dunia ini dijadwalkan bergulir mulai Kamis (11/6) dan akan berakhir pada 19 Juli mendatang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua