Kembangkan Energi Baru, PLN Bangun Pabrik Panel Surya Terbesar RI

Kembangkan Energi Baru, PLN Bangun Pabrik Panel Surya Terbesar RI

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui PLN Indonesia Power Renewables siap membangun pabrik panel surya terbesar di Indonesia yang akan dibangun di Kendal,  Jawa Tengah, demi pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan transisi energi ke EBT tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus berkolaborasi. Untuk itu, PLN menggandeng berbagai pihak swasta untuk menuju transisi energi fosil ke energi baru terbarukan.

”Dengan cara seperti ini kolaborasi akan berlangsung jangka panjang dalam upaya mengembangkan industri EBT dalam negeri. Hal ini juga akan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia, sekaligus membangun kapasitas nasional,” kata dia dalam sambutannya di Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023.

Baca Juga

Daftar Harga Token Listrik Rumah Tangga April 2026 Lengkap Tarif Terbaru

PLN Indonesia Power Renewables melakukan penandatanganan shareholders agreement joint venture bersama Trina Solar, Sinar Mas dan Agra Surya Energi sebagai milestone masuknya PLN ke dalam industri manufaktur energi baru terbarukan (EBT). 

Penandatanganan kepemilikan sebagian saham ini dilakukan pada Rabu, 11 Oktober 2023, di Hotel Grand Hyatt Jakarta oleh PLN Indonesia Power Renewables. 

Perusahaan gabungan antara PLN Indonesia Power Renewables dengan PT Trina Daya Agra Energy (TDAE) ini nantinya akan memproduksi sel dan panel surya.  TDAE adalah gabungan Trina Solar Co. Ltd. dan joint venture antara PT Dian Swastatika Sentosa dan PT Agra Surya Energy. 

Saat ini, pembangunan Pabrik Sel dan Panel Surya terbesar di Indonesia tengah dilakukan di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Dirinya pun berharap kolaborasi yang kuat ini sebagai kunci utama upaya menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.

”Hari ini adalah hari yang bersejarah, Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas terjalinnya kolaborasi ini. Untuk melakukan transisi energi kami tidak bisa sendiri, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak baik dari sisi kebijakan, teknologi, inovasi, dan investasi, karena masalah iklim merupakan permasalahan global,” ujar Darmawan sambutannya.

Darmawan menjelaskan, pihaknya akan memberikan upaya terbaiknya dalam perusahaan joint venture tersebut. Hal ini sejalan dengan potensi energi surya di Indonesia yang sangat besar mencapai 207 Gigawatt (GW).

Darmawan mengungkapkan guna mencapai target produksi sebesar 1 Gigawatt Peak (GWP) akan digunakan teknologi TOPCon (Tunnel Oxide Passivated Contact) yang belum ada di industri Solar PV dalam negeri. Melalui teknologi TOPCon, efisiensi panel surya dapat ditingkatkan menjadi 28,7% dari rata-rata efisiensi saat ini berkisar 20%. 

Redaksi

Redaksi

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kinerja Solid, BSI Perkuat Fundamental ESG

Kinerja Solid, BSI Perkuat Fundamental ESG

HUT ke 65 Hutama Karya Hadirkan Bantuan Pendidikan bagi Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

HUT ke 65 Hutama Karya Hadirkan Bantuan Pendidikan bagi Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Hutama Karya ukur dampak serapan karbon dari 17.000 pohon di koridor JTTS

Hutama Karya ukur dampak serapan karbon dari 17.000 pohon di koridor JTTS

MSCI Depak BREN, TPIA, dan CUAN Milik Prajogo dari Indeks Utama

MSCI Depak BREN, TPIA, dan CUAN Milik Prajogo dari Indeks Utama

Yamal Bawa Bendera Palestina Saat Parade Juara, Ini Kata Hansi Flick

Yamal Bawa Bendera Palestina Saat Parade Juara, Ini Kata Hansi Flick