JAKARTA - Peta kekuatan pendidikan tinggi dunia kini sedang mengalami pergeseran besar ke arah Timur. Asia bukan lagi sekadar pengikut dalam standar akademik global, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat gravitasi riset dan inovasi baru. Berdasarkan rilisan terbaru dari Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2025, dominasi institusi pendidikan dari Negeri Tirai Bambu semakin tak terbendung, diikuti oleh ketangguhan Singapura dan kembalinya performa gemilang Hong Kong di kancah internasional.
Pemeringkatan tahun ini melibatkan evaluasi yang sangat ketat terhadap 853 universitas dari 35 negara dan wilayah di seluruh Asia. Metodologi yang digunakan mencakup indikator komprehensif mulai dari kualitas riset, lingkungan pengajaran, transfer pengetahuan ke industri, hingga perspektif internasional yang dimiliki institusi tersebut.
Dominasi China di Puncak Akademik Asia
Tahun ini, China menegaskan superioritasnya dengan menempatkan lima universitas sekaligus dalam jajaran elit 10 besar. Tidak hanya itu, dua posisi teratas bahkan masih kokoh dikuasai oleh kampus dari Beijing. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran pemerintah pusat yang secara agresif mendorong kebijakan nasional di bidang riset dan inovasi.
THE menilai performa universitas Asia kali ini didorong kuat oleh kebijakan nasional yang agresif di bidang riset dan inovasi, terutama di China. Program peningkatan kualitas universitas yang dijalankan Beijing dinilai berkontribusi besar terhadap lonjakan performa kampus-kampusnya. Hal ini membuktikan bahwa investasi besar pada infrastruktur pengetahuan mampu membuahkan hasil signifikan dalam waktu yang relatif singkat.
Daftar 10 Universitas Elit di Asia Tahun 2025
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Times Higher Education, berikut adalah jajaran 10 besar universitas yang dianggap terbaik di seluruh benua Asia:
Tsinghua University (China)
Peking University (China)
National University of Singapore (Singapura)
Nanyang Technological University (Singapura)
University of Tokyo (Jepang)
The University of Hong Kong (Hong Kong)
Chinese University of Hong Kong (Hong Kong)
Hong Kong University of Science and Technology (Hong Kong)
Fudan University (China)
Zhejiang University (China)
Kebangkitan Signifikan Institusi Pendidikan Hong Kong
Selain China daratan, wilayah Hong Kong juga mencatatkan sejarah baru dalam pemeringkatan kali ini. Stabilitas riset dan fokus pada kolaborasi global membuat universitas di Hong Kong kembali ke masa kejayaannya. Seluruh enam universitas Hong Kong yang masuk pemeringkatan berhasil menembus 50 besar, sebuah pencapaian yang terakhir terjadi pada 2017. Keberhasilan ini menempatkan Hong Kong sebagai salah satu hub pendidikan paling prestisius dengan konsentrasi kampus berkualitas tinggi yang sangat padat.
Singapura Konsisten Sebagai Raksasa Teknologi Asia Tenggara
Dari kawasan Asia Tenggara, Singapura tetap menjadi satu-satunya pemain utama yang mampu bersaing secara langsung di papan atas dunia. National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) secara rutin menjadi representasi kekuatan teknologi kawasan ini.
Selain reputasi umum, kekuatan Singapura terlihat sangat menonjol di bidang teknologi mutakhir. Dalam CSRankings 2026 dikutip VN Express, Nanyang Technological University menempati peringkat 8 dunia untuk AI, sementara National University of Singapore berada di peringkat 11 dunia. Keunikan dari pemeringkatan CSRankings ini adalah sistemnya yang sepenuhnya berbasis metrik riset dan publikasi ilmiah, tanpa melibatkan survei reputasi yang bersifat subjektif. Hal ini membuktikan bahwa output ilmiah dari Singapura memiliki kualitas yang diakui secara objektif di tingkat global.
Ekspansi Pendidikan dan Munculnya Negara-Negara Baru
Tahun 2025 juga menandai inklusivitas pendidikan yang semakin luas di Asia. Panggung akademik tidak lagi hanya didominasi oleh negara-negara tradisional. Untuk pertama kalinya, terdapat universitas dari empat negara yang baru masuk dalam pemeringkatan ini, yaitu Uzbekistan, Bahrain, Mongolia, dan Suriah. Masuknya negara-negara tersebut menunjukkan bahwa standar kualitas pendidikan tinggi mulai merata dan menjadi prioritas pembangunan di berbagai wilayah Asia.
THE menilai universitas-universitas Asia kini semakin kompetitif secara global, tidak hanya sebagai pusat pendidikan regional. Meningkatnya kolaborasi lintas negara, investasi riset, serta kebangkitan pendidikan transnasional membuat Asia kian diperhitungkan di level dunia. Kolaborasi yang semakin intens antarnegara di Asia juga memperkuat posisi tawar benua ini dalam menetapkan tren riset global di masa depan.
Dengan dominasi China yang semakin kuat dan Singapura yang unggul di sektor teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan, universitas-universitas di Asia kini siap menantang dominasi kampus-kampus Barat dalam hal inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan.