Target Selesai Pertengahan 2026 Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumsel

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:45:32 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah menggeber pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di tiga lokasi strategis di wilayahnya. Proyek ini dirancang untuk menjadi pusat pendidikan yang dapat diakses oleh ribuan anak dari keluarga tidak mampu, siswa putus sekolah, serta yatim piatu, sekaligus menjadi solusi nyata untuk memperluas pemerataan pendidikan. Pemerintah menargetkan agar seluruh bangunan sekolah tersebut rampung dan mulai dimanfaatkan pada pertengahan 2026, sehingga dapat beroperasi optimal pada tahun ajaran 2026/2027 nanti.

Pembangunan di Tiga Titik Utama Sumsel

Konstruksi Sekolah Rakyat sedang berjalan di tiga daerah di Sumatera Selatan, yakni di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI) tepatnya di Kecamatan Teluk Gelam, serta di daerah Empat Lawang. Ketiga lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari tahap kedua program pembangunan sekolah yang digagas pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

Menurut Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, pembangunan ini menjadi kebanggaan dan harapan besar bagi masyarakat Sumsel. Ia menyatakan optimisme bahwa seluruh bangunan sekolah akan sudah dapat dimanfaatkan pada pertengahan 2026. Pernyataan ini disampaikan saat meninjau progres pembangunan di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir.

Rencana Operasional dan Progres Pembangunan

Herman Deru menjelaskan bahwa meskipun pembangunan masih berjalan, progresnya sejauh ini masih sesuai dengan rencana awal. Ia berharap semua fasilitas sekolah dapat digunakan secara penuh pada tahun ajaran baru mendatang. Pernyataan tersebut memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa target pemerintah bukan sekadar simbolis, tetapi punya basis perencanaan yang realistis.

Lebih jauh, sekolah-sekolah ini tidak hanya akan berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai pusat pendidikan yang merangkul berbagai kebutuhan anak didik dari kondisi ekonomi menantang. “Sekolah tersebut diproyeksikan menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak keluarga tidak mampu, anak putus sekolah, dan yatim piatu,” demikian dikutip dari pernyataan pemerintah.

Detail Pembangunan Sekolah Rakyat di Ogan Ilir

Di Ogan Ilir, proses pembangunan dimulai sejak akhir tahun 2025. Proyek ini ditangani oleh PT Waskita Karya, sesuai kontrak kerja yang telah disepakati. Tahap konstruksi direncanakan selesai pada Juli 2026, sehingga dapat memenuhi harapan untuk operasional pada pertengahan tahun.

Bangunan sekolah di Kabupaten Ogan Ilir didirikan di atas lahan seluas 8,5 hektare yang merupakan aset milik pemerintah kabupaten setempat. Pendanaan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai sekitar Rp 250 miliar. Sasaran peserta didik untuk sekolah ini ditetapkan berdasar kriteria yang telah ditentukan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Mengenai persiapan tenaga pendidik, Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait kebijakan pengadaan dan penempatan guru. Meski demikian, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten optimistis bahwa sekolah ini dapat beroperasi secara optimal dalam waktu dekat.

Manfaat Bagi Masyarakat dan Percepatan Akses Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat marginal. Sekolah ini didesain untuk menerima siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga memberikan kesempatan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus berpindah lokasi jauh dari tempat tinggal.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional. Secara umum, pemerintah melalui Kementerian Sosial dan instansi terkait terus memperluas jaringan sekolah ini di berbagai provinsi. Hingga akhir tahun 2025, tercatat sudah ada ratusan titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dari Aceh sampai Papua. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerataan pendidikan tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

Dengan selesainya pembangunan di tiga lokasi utama tersebut, Sumatera Selatan akan menjadi salah satu daerah yang siap menyambut perubahan besar dalam dunia pendidikan. Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga simbol keberpihakan negara terhadap hak pendidikan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.

Penutup: Langkah Strategis Menuju Pendidikan Inklusif

Keseriusan pemerintah dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sumsel mencerminkan upaya bersama pusat dan daerah dalam menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Pelaksanaan proyek ini, sesuai target pertengahan 2026, diharapkan segera memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat kurang mampu dan membuka peluang lebih luas bagi masa depan generasi muda di Sumatera Selatan.

Terkini