Visi Messi: Nasib 6 Pemain yang Disarankan Dijual Barcelona 2019

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:55:44 WIB
Visi Messi: Nasib 6 Pemain yang Disarankan Dijual Barcelona 2019

JAKARTA - Dalam sejarah panjang sepak bola modern, pengaruh seorang megabintang di dalam ruang ganti sering kali melampaui sekadar aksi di atas lapangan hijau. Sebagai figur sentral yang memahami denyut nadi tim, pandangan seorang kapten terhadap komposisi skuad menjadi indikator penting bagi kesehatan kompetitif sebuah klub. Pada satu titik balik di musim 2019, sang legenda hidup Blaugrana sempat menyuarakan kekhawatirannya akan stagnasi tim, sebuah momen yang kini bisa kita refleksikan melalui perjalanan karier para pemain yang sempat masuk dalam daftar evaluasi pribadinya.

Lionel Messi dikenal sebagai pemain terbesar dalam sejarah Barcelona. Namun memasuki 2019, ia mulai merasa frustrasi dengan kondisi tim yang dinilainya tidak lagi kompetitif. Kegagalan di Eropa dan sejumlah keputusan transfer yang keliru membuat situasi di ruang ganti memanas. Messi menilai Barcelona perlu melakukan perombakan serius demi menjaga level persaingan di kasta tertinggi sepak bola dunia.

Cuci Gudang dan Upaya Regenerasi Skuad

Pada bursa transfer musim panas 2019, Messi disebut meminta manajemen melakukan cuci gudang. Ia menginginkan sejumlah pemain dilepas demi memberi ruang bagi regenerasi skuad yang lebih segar dan lapar akan prestasi. Laporan media kala itu menyebut ada enam nama spesifik yang menurut Messi sebaiknya dijual. Keenam pemain tersebut berasal dari berbagai lini dan memiliki peran penting dalam tim, namun dianggap tidak lagi sesuai dengan visi jangka panjang klub.

Beberapa tahun berlalu sejak saran tersebut mencuat, karier mereka pun berjalan ke arah yang berbeda-beda. Berikut ini adalah perjalanan dan kondisi terkini dari enam pemain yang pernah diminta Messi untuk dilepas oleh Barcelona.

Ivan Rakitic: Pengabdian yang Berakhir dengan Transisi Teknis

Ivan Rakitic merupakan rekrutan penting Barcelona pada 2014. Ia berperan besar dalam kesuksesan treble bersama tim asuhan Luis Enrique, menggantikan peran krusial di lini tengah dengan mobilitas tinggi. Namun memasuki 2019, kontribusi gelandang asal Kroasia itu mulai menurun seiring bertambahnya usia. Messi menilai lini tengah Barcelona membutuhkan penyegaran energi.

Rakitic bertahan satu musim lagi sebelum kembali ke Sevilla pada 2020. Setelah masa baktinya di Spanyol berakhir, ia sempat bermain di Arab Saudi lalu menutup karier profesional bersama Hajduk Split dan kini bekerja dalam peran teknis di klub tersebut, tetap berkontribusi bagi dunia sepak bola dari balik layar.

Philippe Coutinho: Kegagalan Ekspektasi dan Kepulangan ke Brasil

Transfer besar yang diharapkan menjadi suksesor Neymar nyatanya tidak berjalan mulus. Philippe Coutinho gagal memenuhi ekspektasi dalam dua musim pertamanya di Barcelona. Situasi tersebut membuat Messi mendorong klub untuk melepasnya pada 2019 guna menyelamatkan neraca klub dan slot pemain utama.

Coutinho akhirnya pergi dengan status pinjaman dan justru menemukan kembali performanya bersama Bayern Munich. Ironisnya, ia menjadi bagian dari tim yang mengalahkan Barcelona 8-2 di Liga Champions. Setelah kembali ke Barcelona, masalah kebugaran membuatnya sulit bersaing. Pada 2026, pemain berusia 33 tahun itu kembali ke Brasil dan membela Vasco da Gama untuk menghabiskan sisa karier di tanah kelahirannya.

Sergi Roberto: Kesetiaan Panjang Sebelum Berlabuh ke Italia

Meski diminta Messi untuk dilepas karena kebutuhan akan bek kanan yang lebih eksplosif, Sergi Roberto justru bertahan lebih lama di Barcelona dibandingkan rekan-rekan lainnya dalam daftar ini. Ia mencatat lebih dari 370 penampilan bersama klub, menunjukkan loyalitas yang luar biasa sebagai produk asli La Masia.

Bek serba bisa itu akhirnya hengkang pada 2024. Kepergiannya menandai akhir dari perjalanan panjang bersama tim masa kecilnya. Roberto menolak tawaran besar dari Arab Saudi demi menjaga kualitas kompetisinya. Ia memilih melanjutkan karier di Eropa dan kini bermain untuk Como di Serie A, mencicipi atmosfer baru di bawah arahan pelatih-pelatih berbakat di Italia.

Nelson Semedo: Petualangan Inggris hingga ke Fenerbahce

Nelson Semedo bertahan satu musim lagi setelah permintaan Messi mencuat ke publik. Ia akhirnya dijual ke Wolves pada 2020 sebagai bagian dari perombakan sisi pertahanan. Semedo memiliki pandangan mendalam mengenai hubungannya dengan sang kapten saat itu.

Semedo pernah menggambarkan bermain bersama Messi sebagai pengalaman yang memudahkan rekan setim. Ia menilai Messi selalu tahu ke mana bola harus diarahkan. Setelah lima tahun meniti karier di Liga Inggris, Semedo memutuskan untuk pindah pada musim panas lalu. Bek kanan itu kini memperkuat Fenerbahce dan menjadi bagian penting dari pertahanan klub asal Turki tersebut.

Arthur Melo: Eksperimen yang Berujung Masa Pinjaman

Menggantikan peran Andres Iniesta bukan tugas mudah bagi siapa pun, termasuk bagi talenta berbakat dari Brasil. Arthur Melo sempat menunjukkan kualitas di awal kedatangannya, tetapi seiring berjalan waktu dinilai belum memenuhi standar konsistensi Barcelona. Messi dan manajemen klub menyadari Arthur tidak cocok dengan kebutuhan tim yang menginginkan tempo permainan tertentu.

Keputusan untuk melepasnya pun diambil pada 2020 dalam salah satu kesepakatan transfer paling dibicarakan saat itu. Arthur pindah ke Juventus dalam kesepakatan yang melibatkan Miralem Pjanic. Namun, kariernya di Turin tidak berjalan mulus. Hingga kini ia masih terikat kontrak dengan Juventus dan sedang menjalani masa pinjaman di Gremio untuk menemukan kembali sentuhan permainannya.

Kevin Prince Boateng: Penolakan Opsi Permanen dan Karier Pelatih

Kevin Prince Boateng hanya berstatus pinjaman di paruh kedua musim 2018-19 sebagai pelapis di lini serang. Saat itu, Barcelona memiliki opsi permanen senilai 8 juta euro yang bisa diaktifkan kapan saja. Namun, demi efisiensi skuad, Messi tidak setuju opsi tersebut diaktifkan.

Klub mengikuti sarannya dan Boateng pun pergi setelah masa pinjaman berakhir tanpa ikatan permanen. Boateng kini telah pensiun dari sepak bola profesional dan beralih ke dunia yang berbeda namun tetap di pinggir lapangan. Ia beralih ke dunia kepelatihan dan saat ini menangani tim nasional Socca Australia, membawa pengalaman luasnya untuk melatih bakat-bakat baru di Benua Hijau.

Terkini