Piala Dunia 2026: Harga Tiket Selangit hingga Isu Geopolitik Jadi Fokus

Selasa, 12 Mei 2026 | 16:14:43 WIB
Pemandangan umum eksterior Lincoln Financial Field, tempat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. (Sumber: NET)

AMERIKA SERIKAT - Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan dilangsungkan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat pada 11 Juni sampai 19 Juli, persiapan turnamen justru diwarnai beragam kontroversi.

Bukan hanya perihal antusiasme, sejumlah isu mulai dari nominal harga tiket hingga hak siar kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola.

Kritik pun bermunculan terhadap penyelenggaraan yang dianggap semakin komersial serta kurang bersahabat bagi para suporter.

Di sisi lain, faktor politik dunia turut memberikan pengaruh pada dinamika menjelang turnamen terbesar di bumi ini.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut merupakan lima topik utama yang kini tengah menjadi sorotan menjelang kick-off Piala Dunia 2026:

Salah satu fokus terbesar muncul dari harga tiket pertandingan yang dianggap terlampau mahal.

Penerapan sistem dynamic pricing serta pasar resale yang tidak terbendung di Amerika Serikat bahkan mengakibatkan sebagian tiket final dikabarkan menembus harga hingga 2 juta dollar AS.

Situasi ini memantik kritik pedas dari para penggemar, politisi, hingga pengamat sepak bola.

Sebagai tanggapan, sejumlah kota penyelenggara menyediakan alternatif berupa fan festival secara gratis.

Di kota-kota seperti Toronto, New York City, Atlanta, hingga Vancouver, para pendukung dapat menyaksikan pertandingan bersama di ruang terbuka dengan atmosfer meriah, tanpa harus menebus tiket stadion yang mahal.

CNN pada Senin (11/5/2026) mengabarkan bahwa minat terhadap festival tersebut sangatlah tinggi.

Di Toronto, gelombang pertama tiket cuma-cuma dilaporkan ludes hanya dalam waktu empat jam.

Di luar ranah sepak bola, ketegangan geopolitik juga ikut mewarnai persiapan turnamen.

Konflik bersenjata yang menyeret Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu pertanyaan terkait aspek keamanan serta partisipasi tim Iran dalam turnamen ini.

Walau sempat muncul kekhawatiran bahwa Iran akan ditolak, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan kepastian bahwa tim nasional Iran akan tetap berlaga di Piala Dunia 2026.

Namun, pihak pemerintah Iran menuntut jaminan serta klarifikasi perihal keamanan dan sikap dari negara tuan rumah.

Kritikan juga ditujukan pada dugaan komersialisasi yang berlebihan oleh pihak FIFA.

Salah satunya yakni peluncuran kaus edisi terbatas kota tuan rumah dengan harga sekitar 375 dollar AS per item, dengan jumlah terbatas hanya 999 unit di setiap kota.

Dikutip dari Al Jazeera, banyak penggemar menilai langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman suporter kian “dikomersialisasi”, bukan lagi menitikberatkan pada aksesibilitas serta kenyamanan penonton.

Di jagat media sosial, sebagian pendukung bahkan melontarkan sindiran bahwa merchandise tersebut lebih menyerupai barang koleksi mewah ketimbang simbol perayaan sepak bola.

Isu lainnya yang turut menyita perhatian adalah perihal hak siar.

Sampai saat ini, belum tercapai kesepakatan resmi terkait penyiaran Piala Dunia di dua pasar terbesar dunia, yakni India dan China.

Padahal, pada ajang Piala Dunia 2022, China tercatat memberikan kontribusi hampir separuh dari total waktu tontonan digital secara global.

Ketidakpastian tersebut membuat jutaan penggemar di kedua negara itu berpotensi mengalami kesulitan dalam mengakses siaran resmi.

FIFA sendiri mengklaim telah menjalin kemitraan penyiaran di lebih dari 175 wilayah, namun nihilnya kesepakatan di dua negara besar tersebut tetap menjadi tanda tanya besar.

Piala Dunia 2026 pun mencetak sejarah baru dengan menyelenggarakan tiga upacara pembukaan terpisah di masing-masing negara tuan rumah, sebuah hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Meksiko akan membuka turnamen lewat pertunjukan musik serta pertandingan perdana, yang kemudian disusul oleh Amerika Serikat dan Kanada yang juga akan menghadirkan artis internasional seperti Katy Perry, Alanis Morissette, Michael Bublé, hingga bintang K-pop Lisa.

Sementara itu, penyanyi Shakira juga dipastikan akan merilis lagu resmi turnamen, meskipun tidak akan tampil di panggung pembukaan.

Menjelang satu bulan menuju kick-off, Piala Dunia 2026 tampaknya masih akan terus memicu perdebatan.

Di satu sisi, turnamen ini menjanjikan skala paling masif dalam sejarah dengan keterlibatan 48 negara peserta.

Namun di sisi lain, beragam isu mulai dari harga tiket, perpolitikan global, hingga akses siaran mengakibatkan euforia sepak bola dunia belum benar-benar dirasakan secara merata.

Terkini