Kapal Migran RI Tenggelam di Malaysia: 10 Tewas, 4 Masih Hilang
KUALA LUMPUR - Angka korban meninggal dunia akibat musibah tenggelamnya kapal yang membawa migran ilegal asal Indonesia di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, kian meningkat.
Sampai Jumat (15/5/2026) pagi, tercatat sebanyak 10 jenazah sudah berhasil ditemukan, sedangkan empat korban lainnya hingga kini masih dalam status pencarian.
Otoritas Maritim Malaysia menginformasikan bahwa jenazah paling baru ditemukan oleh pihak nelayan pada Kamis (14/5/2026) malam kira-kira pukul 19.40 waktu setempat.
Korban tersebut adalah seorang laki-laki yang ditemukan pada jarak sekitar 3,6 mil laut di arah timur laut dari titik kapal tenggelam.
“Jenazah dipindahkan ke kapal Pasukan Polis Marin dari kapal nelayan lokal dan dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh pada pukul 21.35 untuk tindakan lanjut,” demikian pernyataan Agensi Penguatkuasaan Maritim (APM) Malaysia Perak, sebagaimana dilaporkan Kantor berita Bernama.
Operasi pencarian dilanjutkan
Kegiatan pencarian dan penyelamatan (SAR) sekarang sudah memasuki hari kelima dan kembali dimulai sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat guna menemukan empat korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Sebelumnya, pada 11 Mei 2026, satu unit kapal yang diduga mengangkut 37 migran ilegal asal Indonesia dikabarkan karam sekitar 8,2 mil laut dari Pulau Pangkor ketika menuju beberapa wilayah di Malaysia.
Dari keseluruhan jumlah penumpang, dilaporkan sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan dalam kejadian memilukan tersebut.
Peristiwa tenggelamnya kapal migran ilegal ini kembali menarik perhatian pada jalur penyelundupan manusia antara Indonesia dan Malaysia yang masih sering terjadi, khususnya lewat jalur laut di kawasan Selat Malaka.