Pantai Monggalan Klungkung Dihantam Abrasi Parah Akibat Ombak

Pantai Monggalan Klungkung Diterjang Abrasi, (Sumber: NET)
Rabu, 20 Mei 2026 | 04:47:01 WIB

KLUNGKUNG - Kawasan pesisir Pantai Monggalan yang berada di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, diterjang oleh fenomena ombak tinggi selama tiga hari berturut-turut.

Akibatnya, tingkat pengikisan pantai atau abrasi di wilayah tersebut terlihat semakin mengkhawatirkan.

Sejumlah pohon berukuran besar roboh, serta tempat tinggal milik warga setempat yang masih bertahan di kawasan itu ikut terendam air.

Ketika diwawancarai oleh pihak detikBali pada Selasa (19/5/2026), seorang warga pesisir Pantai Monggalan bernama Ketut Candra Arsadi (58), menyebutkan bahwa terjangan ombak yang membesar tersebut terjadi sejak rentang waktu 16 hingga 18 Mei 2026.

Sementara fenomena gelombang paling besar dikabarkan terjadi pada hari Senin (18/5).

"Yang terbesar kemarin ini. Air masuk, pohon besar di pinggir pantai tumbang. Malamnya kami mengungsi. Paginya baru kembali ke sini," kata Candra.

Rumah milik Candra yang berdiri di atas lahan pesisir dengan luas 10 are kini menjadi satu-satunya tempat tinggal paling ujung yang masih bisa bertahan.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa abrasi yang terus-menerus mengikis batas garis pantai sejak tahun 2024 kini kondisinya semakin meluas.

Berdasarkan hasil perhitungannya, proses pengikisan daratan pantai pada periode tahun ini diperkirakan telah mencapai sekitar 100 meter.

Oleh karena itu, Candra berharap besar agar pihak pemerintah segera membangun infrastruktur tanggul guna menahan perluasan area abrasi.

Sebab, jika fenomena alam tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan nyata, ia bersama para warga lainnya terancam terpaksa harus meninggalkan kawasan pemukiman tersebut.

"Sudah banyak rumah yang rusak dan dimakan abrasi. Semoga segera ada pemasangan tanggul agar tidak meluas," kata Candra.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya, yaitu Desak Nyoman Suarniti (56).

Ia menjelaskan bahwa dirinya saat ini sudah tidak bisa membuka usaha berdagang di kawasan bibir pantai lagi akibat dampak kerusakan abrasi yang semakin memprihatinkan.

Fasilitas warung milik Desak yang berada di tepi pantai terpaksa harus tutup dan belum bisa beroperasi kembali sampai saat ini.

"Warung saya ini jadinya tidak bisa buka lagi. Ini satu-satunya mata pencaharian saya," kata dia.

Sesuai pemantauan jurnalis detikBali di lokasi kejadian, hempasan ombak berskala besar masih terus menerjang wilayah pesisir Pantai Monggalan.

Kondisi di sekitar pantai terpantau sangat lengang.

Kawasan yang pada beberapa pekan sebelumnya masih ramai oleh aktivitas bongkar muat logistik menuju Nusa Penida kini sudah terlihat tidak berpenghuni lagi.

Di area lokasi tersebut, sebatang pohon berukuran besar yang pada masa lalu ikut membantu memecah laju gelombang terlihat telah tumbang.

Pohon yang roboh itu tergeletak di tengah-tengah puing-puing sisa runtuhan bangunan akibat terjangan ombak besar yang terjadi pada musim 2025 lalu.

Pada momen sebelumnya, Bupati Klungkung I Made Satria menyebutkan bahwa agenda penanggulangan prasarana Pantai Banjar Nyuh di wilayah Nusa Penida serta Pantai Monggalan di kawasan Kusamba menjadi fokus prioritas paling utama bagi jajaran pemerintah daerah.

Menurut pandangannya, dari sekian banyak titik lokasi yang terdampak abrasi di sepanjang pesisir Klungkung, kedua kawasan tersebut berada di posisi dengan kerusakan yang paling parah.

Sementara itu, langkah kebijakan yang diambil pada periode tahun ini adalah mengajukan permohonan bantuan dana kepada pihak pemerintah pusat.

Satria memastikan bahwa dirinya telah menyerahkan berkas proposal perbaikan serta langkah mitigasi bencana secara langsung kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU.

"Jadi kami telah memaparkan langsung kondisi Banjar Nyuh dan Monggalan ke pemerintah pusat. Sebernanya ada banyak yang terkikis abrasi, terlebih di Nusa Penida, tapi dua ini yang terparah. Di Monggalan sudah ada 12 KK yang rumahnya rusak. Di Banjar Nyuh sampai sudah mengikis habis sepanjang jalan," kata Satria.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati