Tren Sektor AI Melejit, Saham SoftBank Melonjak 12 Persen

Ilustrasi Saham (Sumber: NET)
Jumat, 22 Mei 2026 | 15:04:04 WIB

JAKARTA - Pada hari ini, Jumat (22/5/2026), laju pergerakan saham SoftBank Group melanjutkan tren kenaikan dengan melesat sebesar 12 persen pada penutupan sesi perdagangan paling baru.

Pencapaian impresif ini mengikuti jejak reli saham-saham teknologi di bursa global yang dipicu oleh lonjakan nilai saham Arm Holdings dalam dua sesi transaksi terdahulu di pasar saham Amerika Serikat.

Aksi borong saham ini membubung seiring keputusan para penanam modal yang berduyun-duyun mengalihkan kapital ke sektor Kecerdasan Buatan (AI) guna memanfaatkan momentum lonjakan profit dari Nvidia.

Sebagaimana diketahui, pihak SoftBank menempatkan modal dalam skala besar pada beberapa korporasi raksasa seperti OpenAI, Arm Holdings, hingga T-Mobile US.

"Reli saham Softbank juga didorong oleh kenaikan tajam saham Arm Holdings, di mana perusahaan Jepang tersebut memegang saham mayoritas. Saham Arm naik lebih dari 16 persen semalam, setelah memperoleh lebih dari 15% pada sesi sebelumnya," lapor CNBC, Jumat (22/5/2026). Kenaikan harga saham OpenAI yang berlangsung secara konsisten turut memicu para pemodal untuk menyuntikkan dana ke perusahaan tersebut.

Menilik dokumen rekam jejak yang ada, SoftBank telah menggelontorkan dana investasi menembus angka 30 miliar dollar AS (setara Rp 529,4 triliun) dan sukses mengantongi keuntungan terkait senilai 45 miliar dollar AS (setara Rp 794,5 triliun) pada periode tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 lalu.

Para pelaku pasar di platform Polymarket memprediksikan total nilai valuasi saham dari OpenAI, Anthropic, serta SpaceX di pasar terbuka bakal mampu menembus angka di atas 1,4 triliun dollar AS (setara Rp 24,72 kuadriliun).

Untuk institusi SpaceX sendiri diinformasikan tengah mematangkan rencana penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO) bagi khalayak luas yang diestimasikan bakal bergulir pada tanggal 11 Juni 2026 di papan bursa Nasdaq.

Sementara itu, pergerakan dari OpenAI menjadi momentum yang paling dinantikan oleh pelaku pasar lantaran mereka pun tengah mengkaji potensi untuk melantai di bursa saham.

Walau begitu, manajemen OpenAI lebih memilih untuk mendaftarkan berkas IPO rahasia kepada Securities and Exchange Commission (SEC), yang bertindak sebagai lembaga independen bentukan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan peran selaku regulator utama pasar modal di sana, selevel dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agenda go public dari OpenAI ini digadang-gadang mempunyai potensi besar untuk mendepak peringkat dari Berkshire Hathaway, korporasi holding multinasional besutan Warren Buffett.

"Sejumlah besar IPO teknologi akan segera terjadi dan para pedagang memperkirakan IPO tersebut akan menggeser Warren Buffett pada hari pertama perdagangan mereka," lapor CNBC.

Di samping rencana dari OpenAI dan SpaceX, pihak Anthropic diisukan sedang bersiap mengambil langkah serupa, yang mana ketiga perusahaan teknologi tersebut diproyeksikan bakal menjadi magnet kuat bagi bermacam-macam kalangan investor.

Nilai dari korporasi SpaceX sempat menyentuh level 1,25 triliun dollar AS (setara Rp 22,06 kuadriliun) pada Februari 2026, dan para spekulan pasar Polymarket memprediksi terdapat kans sebesar 56 persen bahwa saham tersebut akan bertengger di atas nominal 2,2 triliun dollar AS (setara Rp 38,8 kuadriliun) pada hari perdana perdagangannya.

Pada kalkulasi penilaian terakhirnya, OpenAI ditaksir menyentuh angka 852 miliaryar dollar AS (setara Rp 15,04 triliun), dan para trader melihat ada peluang sebesar 65 persen bahwa nilainya akan ditutup di atas angka 1,4 triliun dollar AS (setara Rp 24,71 kuadriliun) saat melangsungkan debut perdagangan publiknya.

Di sudut lain, para pelaku pasar juga mengkalkulasi adanya probabilitas sebesar 47 persen bagi Anthropic untuk bertengger di atas level 1,8 triliun dollar AS (setara Rp 31,7 kuadriliun) pada hari pertama melantai di pasar publik.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati