Wabah Ebola di Kongo Meningkat, 10 Negara Afrika Masuk Zona Risiko

Para pekerja medis dengan pakaian hazmat didesinfeksi sebelum pemakaman korban Ebola di Mongbwalu, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo (DRC). (Sumber: NET)
Selasa, 26 Mei 2026 | 10:30:46 WIB

MONGBWALU - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Minggu (24/5/2026) memaparkan bahwa seiring dengan peningkatan eskalasi pemantauan yang dilangsungkan Republik Demokratik (RD) Kongo dalam upaya penanggulangan Ebola, hingga kini telah teridentifikasi lebih dari 900 kasus suspek, termasuk di dalamnya 101 kasus yang telah dinyatakan positif terkonfirmasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa Centers for Disease Control and Prevention/Africa CDC) juga telah melayangkan peringatan keras bahwa ada 10 negara di kawasan Afrika berada dalam kondisi risiko tinggi terjangkit wabah virus Ebola terbaru yang saat ini sedang merebak di RD Kongo serta Uganda, di tengah melonjaknya kecemasan akan potensi penyebaran virus tersebut dalam cakupan tingkat regional.

Melalui sebuah agenda taklimat pers daring pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat, Dirjen Africa CDC Jean Kaseya memberikan pernyataan resmi bahwa 10 negara yang masuk dalam kategori berisiko tinggi tersebut meliputi Sudan Selatan, Rwanda, Kenya, Zambia, Republik Afrika Tengah, Tanzania, Ethiopia, Angola, Republik Kongo, dan juga Burundi.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati