IMM Nilai Sapi Kurban Presiden Beri Dampak Ekonomi Peternak
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyampaikan pandangan bahwa penyaluran bantuan sejumlah 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ialah sebuah bukti nyata kepedulian sosial.
Ari Aprian Harahap selaku Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM menyatakan bahwa penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat luas lantaran kemanfaatannya tidak hanya dirasakan oleh para penerima bantuan, tetapi juga memberi dampak positif bagi sektor ekonomi lainnya.
"Dampaknya bukan hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi peternak sapi lokal dan para pelaku usaha yang terlibat dalam distribusi serta pengelolaan hewan kurban," ucapnya dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut pandangannya, pengalokasian pos anggaran APBN dalam menyediakan hewan kurban melalui program bantuan Presiden merupakan langkah yang sah, baik secara hukum positif maupun aturan syariah agama.
"Ini merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan presiden (Banmaspres) yang memang resmi dalam sistem keuangan Indonesia, jadi jangan terlalu dibesar-besarkan," katanya.
Ia kemudian menegaskan bahwa penyaluran bantuan hewan kurban tersebut murni bukan berasal dari dana pribadi presiden yang diklaim seolah-olah sebagai sumbangan personal.
"Jadi, ini bukan uang pribadi Prabowo yang kemudian disebut sebagai bantuan pribadi," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah menyalurkan bantuan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang seluruhnya dibeli dari peternak lokal berupa sapi berkualitas premium dengan bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton.
Juri Ardiantoro selaku Wakil Menteri Sekretaris Negara menjelaskan bahwa paket hewan kurban itu disebarkan ke 552 titik wilayah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, yayasan sosial, tokoh masyarakat, hingga pemuka agama di seluruh Indonesia.
"Presiden memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing," kata Juri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).