JAKARTA - Menjadi host late-night talkshow papan atas di Hollywood memang penuh risiko.
Salah sedikit, urusannya bisa panjang.
Hal ini diakui langsung oleh Jimmy Kimmel, pemandu acara Jimmy Kimmel Live!.
Dalam wawancara terbarunya dengan Vulture yang rilis Senin (1/6/2026), Kimmel blak-blakan mengaku kalau di awal kariernya, dia memang sering bikin banyolan yang seksis atau sekadar cari sensasi yang dinilainya sudah kelewat batas.
Tapi, meskipun Kimmel rela minta maaf buat beberapa banyolan masa lalunya, ada satu momen minta maaf yang sampai sekarang bikin dia nyesel setengah mati.
Lelucon itu adalah sketsa "Kids' Table" tahun 2013 yang sempat bikin komunitas warga Tionghoa ngamuk besar.
Kimmel mengaku waktu itu dia terpaksa minta maaf cuma demi menyelamatkan bisnis perusahaan induknya.
"Demi kebaikan perusahaan Disney, saya rela jadi tameng," ujarnya mengenang momen ditekan petinggi TV saat itu.
Buat yang lupa atau belum tahu, masalah ini bermula dari segmen video (yang sekarang udah dihapus) di mana Kimmel ngobrol bareng sekumpulan anak kecil.
Saat membahas krisis utang nasional Amerika Serikat, seorang bocah berusia 6 tahun dengan polosnya (dan ekstremnya) mengusulkan solusi:
"Bunuh semua orang di China."
Bukannya memotong omongan itu, Kimmel malah menanggapi candaan tersebut dan melempar pertanyaan ke anak-anak lain di meja, "Kira-kira kami musti biarin orang China tetap hidup gak?" Anak-anak lain kompak teriak "Ya!", kecuali si bocah pertama yang tetap keukeuh bilang "Enggak!".
Kimmel menutup segmen itu dengan candaan kalau obrolan mereka udah mirip novel distopia Lord of the Flies.
Efeknya?
Kacau banget!
Lebih dari 75.000 orang menandatangani petisi Gedung Putih buat menyelidiki Kimmel.
Komunitas Asia di AS langsung menggelar demo besar-besaran di depan studio Kimmel di Hollywood.
Bahkan, ada demonstran yang membawa poster wajah Kimmel yang diedit pakai kumis ala Hitler.
Waktu itu, Kimmel sampai harus keluar studio buat minta maaf langsung tatap muka dengan para pendemo, dan pihak jaringan TV ABC (anak perusahaan Disney) juga buru-buru merilis surat permohonan maaf resmi ke publik.
Kimmel menegaskan kalau sekarang dia nggak mau lagi dipaksa minta maaf untuk sesuatu yang menurutnya nggak salah.
Dia juga nggak suka kalau pihak eksekutif TV terlalu mendikte atau menyetir konten komedinya.
Prinsip ini jugalah yang sempat bikin posisinya goyang belum lama ini.
Pada September 2025 lalu, acara Jimmy Kimmel Live! sempat kena skors gara-gara komentar kontroversial Kimmel terkait kasus pembunuhan Charlie Kirk, yang berujung pada debat panas soal kebebasan berpendapat di internet.
Bahkan, Donald Trump ikut-ikutan menyalahkan Kimmel atas insiden skorsing tersebut.
Kimmel bercerita, saat masa skorsing itu, dia sempat mengancam pihak TV.
"Saya bilang ke mereka, gua nggak bisa lanjutin acara ini kalau terus-terusan disetir dan diatur secara mikro," katanya.
Untungnya, dalam perseteruan terbarunya dengan Trump—di mana Kimmel menyindir Melania Trump kelihatan kayak "janda yang lagi hamil"—pihak Disney cuma ngasih satu arahan simpel: "Respons aja, terus move on." Di akhir wawancara, Kimmel juga curhat soal masa depannya di dunia televisi yang makin gak menentu.
Apalagi setelah acara saingannya, The Late Show With Stephen Colbert di CBS resmi bungkus.
Pada Desember 2025 lalu, kontrak Kimmel dengan Disney sebenarnya diperpanjang, tapi cuma buat satu tahun saja.
Padahal biasanya, pembawa acara sekelas Kimmel selalu ditawari kontrak perpanjangan langsung tiga tahun.
Meski begitu, Kimmel mengaku bisa memaklumi keputusan sistem kontrak tahunan ini.
Menurutnya, industri hiburan dan dunia late-night show saat ini emang lagi bergejolak parah dan penuh ketidakpastian.