Update Ledakan Biak: Tim Gabungan Temukan 11 Potongan Tubuh Baru

Tim gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban hilang di lokasi ledakan. (Sumber: NET)
Senin, 08 Juni 2026 | 11:02:02 WIB

BIAK NUMFOR - Tim gabungan yang menyelenggarakan penelusuran korban ledakan di kawasan Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, kembali mendeteksi keberadaan sejumlah potongan tubuh manusia pada hari kedelapan berjalannya misi pencarian, Minggu (7/6/2026).

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi, dalam agenda penelusuran paling baru tim sukses mendeteksi 11 potongan tubuh, satu lembar kartu tanda penduduk (KTP), serta satu unit mesin skap kayu di seputar tempat kejadian perkara.

Mengenai temuan komponen tubuh tersebut, petugas langsung melakukan evakuasi dan menempatkannya di ruang jenazah RSUD Biak.

"Dari pencarian yang dilakukan hari kedelapan, tim gabungan menemukan 11 potongan tubuh, satu KTP dan mesin skap kayu. Untuk temuan terbaru akan diidentifikasi juga. Namun saat ini akan disimpan dulu di kamar jenazah RSUD Biak," kata Kapolres AKBP Ari Trestiawan kepada wartawan pada Minggu (7/6/2026) malam.

Di sudut lain, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua sudah bertolak menuju Jakarta guna meneruskan fase identifikasi pada 10 sampel yang pada kesempatan sebelumnya telah diantarkan ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

"Untuk tim DVI Polda Papua sudah bertolak ke Pusdokkes Polri dengan membawa 10 sampel DNA untuk proses identifikasi," jelasnya.

"Untuk penyidik dari Polres Biak Numfor terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara secara menyeluruh serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi," tambahnya.

Kapolres mengimbuhkan, pada Senin pagi (8/6/2026), tim gabungan bersama dengan Unit Penjinak Bom (Jibom) Polda Papua pun bakal menyelenggarakan pemusnahan atau disposal pada rangkaian objek yang disinyalir merupakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II.

Objek-objek itu merupakan hasil dari penemuan serta penyerahan secara sukarela oleh warga kepada pihak aparat keamanan sepanjang fase pencarian serta sterilisasi pasca-ledakan.

"Pemusnahan akan dilakukan di Markas Batalyon Brimob Yendidori. Bahan peledak yang akan dimusnahkan besok berbeda dengan bom yang meledak di TKP. Ini merupakan barang-barang peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan dan diserahkan oleh masyarakat," bebernya.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati