Jembatan Enang-Enang Tetap Dipakai dengan Penguatan Struktur

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. (FOTO:NET)
Rabu, 08 Juli 2026 | 14:16:51 WIB

JAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menetapkan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tetap dioperasikan melalui penguatan struktur demi menindaklanjuti harapan warga.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian di Jakarta, Rabu, mengutarakan ketetapan itu diambil seusai meninjau langsung keadaan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (7/7).

Berdasarkan penjelasan Tito, pemerintah menyetujui tiga tahapan penanganan di daerah tersebut, yaitu melebarkan serta membenahi jalur alternatif Simpang Werlah, mendirikan jembatan permanen oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dan menjaga fungsi Jembatan Enang-Enang lewat pengokohan struktur.

"Kita sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU. Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo. Ketiga, Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya," kata Tito.

Ia memaparkan ketetapan mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang berlandaskan pada keperluan warga lantaran perlintasan itu merupakan akses paling kilat menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik.

Kendati begitu, kendaraan dengan muatan berat untuk sementara waktu belum diizinkan melintas sampai analisis teknis mengenai kondisi jembatan rampung dikerjakan.

"Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan. Tapi untuk kendaraan bertonase besar belum bisa dilewati karena kita tidak ingin terjadi kecelakaan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini menuturkan pengerjaan pengokohan Jembatan Enang-Enang bakal selekasnya diawali memakai konstruksi beton siklop pada bagian fondasi serta abutment yang hancur dipicu bencana.

"Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai," katanya.

Di samping penanganan durasi pendek, BPJN Aceh mempersiapkan pengerjaan jembatan permanen baru di sekitar Jembatan Enang-Enang dengan bentang berkisar 300 meter.

Finalisasi rancangan ditargetkan rampung pada tahun 2026, sementara pendirian fisik diproyeksikan diawali pada tahun 2027 seusai analisis teknis selesai.

Pemerintah pun bakal memperlebar jalur alternatif Simpang Werlah dari ukuran empat meter menjadi enam meter sekaligus mendirikan jembatan permanen pada lintasan tersebut supaya kendaraan dengan muatan berat tetap mempunyai akses selama tahapan pembangunan berjalan.

Reporter: Ganis Akjul Karyawati