Likuiditas Valas BCA Stabil dan Tumbuh Positif hingga Kuartal Tiga 2025
- Kamis, 08 Januari 2026
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mempertahankan stabilitas likuiditas valuta asing (valas) hingga kuartal III-2025.
Dalam lanskap ekonomi yang penuh ketidakpastian global, kinerja BCA di sektor valas menjadi sorotan penting, mengingat peran vital bank ini dalam memenuhi kebutuhan transaksi berbagai jenis mata uang nasabah.
Menurut Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, nilai dana pihak ketiga (DPK) valas BCA mencapai Rp 80,4 triliun, mencatatkan pertumbuhan 7,7% secara tahunan.
Baca JugaKAI Wisata Gencarkan Pengembangan Tour & MICE 2026 untuk Pasar Domestik dan Internasional
Pencapaian ini menunjukkan kemampuan BCA menjaga kepercayaan nasabah sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Valas Sebagai Indikator Kepercayaan Nasabah
Pertumbuhan DPK valas menjadi salah satu tolok ukur penting keberhasilan pengelolaan likuiditas bank. BCA mencatat pertumbuhan DPK valas yang positif, menandakan bahwa nasabah masih percaya menempatkan dana mereka dalam produk valas BCA.
Kenaikan ini tidak terlepas dari strategi BCA yang menyesuaikan produk dan layanan valas sesuai kebutuhan berbagai segmen nasabah. Selain itu, meningkatnya transaksi valas turut menjadi faktor pendorong utama di balik pertumbuhan ini.
Kenaikan Transaksi Valas dan Implikasinya
Sejalan dengan pertumbuhan DPK, transaksi valas di BCA juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Hera menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh dinamika nilai tukar serta aktivitas ekonomi yang semakin intensif, termasuk transaksi perdagangan internasional dan investasi.
Peningkatan transaksi ini menjadi sinyal positif yang menunjukkan bahwa BCA mampu merespons kebutuhan pasar valas dengan cepat dan tepat, memastikan layanan valas yang memadai bagi seluruh lapisan nasabahnya.
Pertumbuhan Kredit Valas, Meski Rupiah Masih Mendominasi
Selain likuiditas dan transaksi, penyaluran kredit valas BCA juga tumbuh 10,2% secara tahunan hingga kuartal III-2025. Meskipun demikian, kredit berdenominasi rupiah tetap mendominasi portofolio kredit bank.
Hera menegaskan bahwa BCA tetap berhati-hati dalam menyeimbangkan portofolio kredit, menjaga risiko mata uang agar tidak terlalu berat di sisi valas. Kebijakan ini penting untuk menjaga kesehatan keuangan bank dan memastikan pertumbuhan kredit yang berkualitas serta berkelanjutan.
Manajemen Risiko dan Strategi Kehati-hatian
Dalam menghadapi ketidakpastian pasar valas yang sering bergejolak, BCA mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko. Hal ini penting agar bank dapat mengelola likuiditas secara prudent tanpa mengorbankan ekspansi kredit yang sehat.
“Perseroan senantiasa mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang solid sebagai landasan bagi pertumbuhan kredit yang berkesinambungan dan berkualitas,” jelas Hera. Strategi ini menjadi kunci untuk menjaga kestabilan kinerja BCA di tengah tantangan ekonomi domestik maupun global.
Komitmen BCA dalam Memenuhi Kebutuhan Transaksi Valas Nasabah
BCA menegaskan komitmennya untuk terus memenuhi kebutuhan transaksi valas nasabah dengan beragam produk dan layanan yang sesuai. Bank ini mengelola likuiditas valas dalam berbagai mata uang untuk menjawab kebutuhan transaksi bisnis, investasi, hingga pengelolaan dana dari nasabah korporasi maupun ritel.
Upaya ini juga didukung oleh teknologi dan sistem yang canggih, memungkinkan transaksi valas berlangsung cepat dan aman di tengah persaingan industri perbankan.
Dampak Pertumbuhan Likuiditas Valas Terhadap Kinerja Bank
Likuiditas valas yang stabil dan tumbuh berkontribusi pada kekuatan finansial BCA. Hal ini memudahkan bank untuk memberikan layanan terbaik serta mendukung ekspansi usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, peningkatan DPK dan kredit valas menambah diversifikasi sumber pendanaan dan memperkuat posisi likuiditas secara keseluruhan. Dengan modal yang kuat, BCA dapat tetap fleksibel dan tanggap dalam menghadapi perubahan pasar.
Prospek Likuiditas Valas BCA ke Depan
Melihat kinerja hingga kuartal III-2025, prospek likuiditas valas BCA cukup optimis. Bank berencana untuk terus mengelola likuiditas secara hati-hati sambil memanfaatkan peluang pertumbuhan kredit valas yang sehat.
Prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang matang akan menjadi landasan agar BCA mampu menjaga kestabilan dan meningkatkan kualitas portofolio kredit valas ke depan.
Tantangan dan Peluang di Pasar Valas
Meski pasar valas menawarkan banyak peluang, tantangan juga tidak kalah besar. Fluktuasi nilai tukar, perubahan regulasi, serta dinamika ekonomi global menjadi faktor yang harus terus diantisipasi BCA.
Bank menanggapi hal ini dengan penguatan sistem pengawasan dan manajemen risiko, agar likuiditas valas tetap terjaga dan risiko kredit terkendali. Hal ini sejalan dengan visi BCA untuk menjadi bank terpercaya dengan manajemen risiko unggul.
Hingga kuartal III-2025, likuiditas valas PT Bank Central Asia Tbk tetap stabil dan menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Dengan DPK valas Rp 80,4 triliun dan kredit valas tumbuh 10,2% secara tahunan, BCA membuktikan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah secara profesional dan hati-hati.
Manajemen risiko yang prudent serta fokus pada likuiditas dan ekspansi kredit berkualitas menjadi kunci keberhasilan BCA dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan di tengah dinamika pasar valas.
Mazroh Atul Jannah
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Premi Asuransi Tumbuh Tipis, Klaim Capai Rp197 Triliun pada November 2025
- Jumat, 09 Januari 2026
Berita Lainnya
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
- Jumat, 09 Januari 2026
GoPay Luncurkan Jaminan Saldo Kembali Untuk Lindungi Pengguna Transaksi Digital Aman
- Jumat, 09 Januari 2026
Keyakinan Konsumen Indonesia Tetap Kuat Akhir 2025 Dorong Optimisme Ekonomi Nasional
- Jumat, 09 Januari 2026
Terpopuler
1.
Bitcoin Bertahan Stabil di Atas 91 Ribu Dollar AS
- 09 Januari 2026
2.
Daftar Lengkap Resmi UMP 2026 Seluruh Provinsi di Indonesia
- 09 Januari 2026
3.
Waspada Pinjol Ilegal, Kenali Perbedaan dan Hindari Risikonya!
- 09 Januari 2026
4.
Dolar AS Tahan Stabil di Level Rp16.800 Rupiah Masih Tahan
- 09 Januari 2026











