JAKARTA - Perubahan struktur kepemilikan saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) menjadi salah satu peristiwa penting di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2025.
Bank of Singapore melepas 2,8 miliar lembar sahamnya atau sekitar 14,03 persen kepemilikan yang dimiliki di BACA. Saham tersebut kemudian diborong seluruhnya oleh Bank Julius Baer and Co Ltd., bank swasta asal Swiss yang berkantor pusat di Zurich.
Transaksi besar ini terjadi pada 29 Desember 2025, tidak lama setelah libur Natal, dan mengubah posisi kepemilikan saham di BACA secara signifikan.
Baca JugaKAI Wisata Gencarkan Pengembangan Tour & MICE 2026 untuk Pasar Domestik dan Internasional
Julius Baer meningkatkan porsi kepemilikannya dari 10 persen menjadi 24,03 persen, sekaligus menjadi pemegang saham terbesar kedua setelah PT Capital Global Investama.
Profil Bank Julius Baer dan Strategi Ekspansi Global
Bank Julius Baer and Co Ltd. merupakan bagian dari Julius Bär Group Ltd., sebuah konglomerasi finansial besar yang terdaftar di bursa saham Swiss (SIX Swiss Exchange) dengan kode saham BAER.
Bank ini dikenal sebagai institusi perbankan swasta yang berfokus pada wealth management dan memiliki jaringan global yang luas, termasuk di kawasan Asia seperti Singapura, Hong Kong, dan India.
Pengambilalihan saham BACA oleh Julius Baer ini merupakan langkah strategis memperkuat kehadiran mereka di pasar Indonesia yang berkembang pesat. Bank Capital sendiri adalah salah satu bank swasta yang memiliki potensi besar, dan kepemilikan signifikan oleh Julius Baer diyakini akan membuka banyak peluang sinergi dan kolaborasi.
Detail Transaksi dan Dampaknya pada Struktur Saham
Bank of Singapore melepas sahamnya sebanyak 2,8 miliar lembar saham BACA dengan harga Rp1 per lembar secara free of payment-transfer out pada tanggal 24 Desember 2025. Dengan begitu, saham ini bebas dari pembayaran dalam transaksi tersebut.
Selanjutnya, Bank Julius Baer membeli seluruh saham tersebut pada tanggal 29 Desember 2025. Sebagai hasilnya, Bank Julius Baer kini menguasai 24,03 persen saham BACA, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya sebesar 10 persen. Sementara PT Capital Global Investama tetap menjadi pemegang saham utama dengan 49,66 persen saham.
Free float saham BACA juga tercatat sebesar 5,04 miliar lembar saham atau sekitar 25,3 persen, yang menunjukkan likuiditas yang sehat di pasar modal.
Reaksi Pasar Terhadap Transaksi Besar Ini
Pergerakan saham BACA di pasar modal merespons sangat positif terhadap transaksi ini. Harga saham BACA melonjak tajam mencapai 28,57 persen dalam sepekan terakhir sebelum penutupan tahun 2025, hingga menembus harga Rp234 per lembar saham.
Kenaikan harga ini membuat saham BACA menjadi salah satu saham yang paling meningkat di Bursa Efek Indonesia pada bulan Desember. Sepanjang tahun berjalan, saham BACA juga mencatat kenaikan sebesar 3,64 persen.
Meski demikian, pada perdagangan awal Januari 2026, harga saham mengalami koreksi sebesar 4,20 persen, ditutup pada level Rp228 per lembar. Fluktuasi ini dianggap wajar pasca transaksi besar dan tidak mengurangi sentimen positif secara keseluruhan terhadap prospek saham BACA.
Klarifikasi Bank of Singapore Mengenai Kepemilikan Saham
Sebelumnya, Bank of Singapore Limited masuk sebagai pemegang saham BACA melalui transaksi repurchase agreement (repo) yang memungkinkan mereka menguasai 2,8 miliar lembar saham BACA, setara dengan 14,03 persen hak suara.
Namun, Bank of Singapore menegaskan bahwa kepemilikan saham tersebut tidak menempatkan mereka sebagai pemegang saham pengendali.
Bank of Singapore juga menyampaikan bahwa mereka tidak berencana untuk mempertahankan atau mengambil alih pengendalian Bank Capital. Posisi mereka lebih bersifat sementara dalam konteks transaksi repo. Hal ini penting untuk menepis spekulasi terkait pengendalian perusahaan.
Peran dan Pengawasan Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memberikan klarifikasi dan pengawasan atas transaksi besar ini. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memastikan bahwa semua kewajiban pelaporan atas perubahan kepemilikan saham telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 mengatur kewajiban bagi pihak yang memiliki saham dengan hak suara minimal 5 persen untuk melaporkan perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka. Transaksi antara Bank of Singapore dan Julius Baer telah dipublikasikan secara transparan di situs resmi BEI.
Selain itu, BEI mengingatkan bahwa setiap transaksi repo harus sesuai dengan POJK Nomor 9/POJK.04/2015, yang mengharuskan adanya perjanjian tertulis yang memuat hak dan kewajiban para pihak, jangka waktu, serta kewajiban perpajakan yang jelas dan teratur.
Implikasi Transaksi bagi Masa Depan Bank Capital
Masuknya Julius Baer sebagai pemegang saham besar kedua memberikan dinamika baru bagi pengelolaan dan strategi bisnis Bank Capital. Dengan tambahan modal dan dukungan jaringan global Julius Baer, Bank Capital berpeluang memperkuat posisi kompetitifnya di industri perbankan Indonesia.
Kolaborasi ini dapat membuka akses ke teknologi perbankan terkini, produk inovatif, serta penetrasi pasar yang lebih luas, khususnya untuk segmen wealth management dan layanan nasabah high net worth individual.
Perspektif Investor dan Regulasi
Dari sisi investor, transaksi ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tetap menarik bagi institusi keuangan internasional. Transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Regulasi ketat yang diterapkan oleh OJK dan BEI menjamin bahwa perubahan kepemilikan saham besar tetap dalam kerangka hukum yang jelas dan adil, memberikan perlindungan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Transaksi pembelian saham Bank Capital oleh Bank Julius Baer adalah langkah strategis yang signifikan di pasar modal Indonesia. Dengan perubahan kepemilikan ini, Bank Capital mendapatkan suntikan kepercayaan dari institusi global yang dapat memperkuat bisnis dan jaringannya.
Meski terdapat fluktuasi harga saham pasca transaksi, prospek jangka panjang Bank Capital tetap positif dengan dukungan modal dan sinergi yang lebih kuat dari para pemegang saham besar.
Mazroh Atul Jannah
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Premi Asuransi Tumbuh Tipis, Klaim Capai Rp197 Triliun pada November 2025
- Jumat, 09 Januari 2026
Berita Lainnya
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
- Jumat, 09 Januari 2026
GoPay Luncurkan Jaminan Saldo Kembali Untuk Lindungi Pengguna Transaksi Digital Aman
- Jumat, 09 Januari 2026
Keyakinan Konsumen Indonesia Tetap Kuat Akhir 2025 Dorong Optimisme Ekonomi Nasional
- Jumat, 09 Januari 2026
Terpopuler
1.
Bitcoin Bertahan Stabil di Atas 91 Ribu Dollar AS
- 09 Januari 2026
2.
Daftar Lengkap Resmi UMP 2026 Seluruh Provinsi di Indonesia
- 09 Januari 2026
3.
Waspada Pinjol Ilegal, Kenali Perbedaan dan Hindari Risikonya!
- 09 Januari 2026
4.
Dolar AS Tahan Stabil di Level Rp16.800 Rupiah Masih Tahan
- 09 Januari 2026











