Kurang Tidur Jangan Disepelekan, Ini Delapan Dampak Serius bagi Kesehatan
- Sabtu, 10 Januari 2026
JAKARTA - Tidur sering kali dianggap sebagai aktivitas yang bisa dikompromikan. Ketika pekerjaan menumpuk, hiburan terasa lebih menarik, atau waktu terasa sempit, jam tidur menjadi hal pertama yang dikorbankan. Banyak orang merasa tetap baik-baik saja meski tidur hanya beberapa jam setiap malam.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Tidur memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Saat tidur cukup dan berkualitas, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan, mulai dari memperbaiki sel, menyeimbangkan hormon, hingga memperkuat sistem kekebalan.
Sebaliknya, ketika tubuh terus-menerus kekurangan tidur, dampaknya tidak hanya terasa dalam bentuk rasa lelah atau mengantuk. Kurang tidur dapat memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental, yang berisiko berkembang menjadi kondisi kronis jika dibiarkan.
Baca JugaRekomendasi Tempat Ngopi di Bogor yang Murah dan Dekat dengan Stasiun
Mengutip dari laman Everyday Health, berikut ini delapan masalah kesehatan yang dapat muncul akibat kurang tidur.
1. Penurunan kesehatan otak
Gangguan tidur berkaitan erat dengan penurunan kemampuan kognitif, terutama pada usia lanjut. Kurang tidur dapat memengaruhi daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir secara keseluruhan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan penuaan otak yang lebih cepat. Dalam studi jangka panjang, orang dengan gangguan tidur memiliki usia otak rata-rata lebih tua dibandingkan mereka yang tidur dengan baik.
Penuaan otak dini ini meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif dan berkaitan dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.
2. Depresi dan gangguan kecemasan
Kurang tidur juga berdampak besar pada kesehatan mental. Orang yang mengalami insomnia kronis diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dan gangguan kecemasan.
Sekitar 40% penderita insomnia juga mengalami depresi klinis. Hubungan antara tidur dan kesehatan mental bersifat dua arah. Gangguan emosional dapat memperburuk kualitas tidur, sementara kurang tidur dapat memperparah kondisi suasana hati.
Dalam beberapa kasus, perbaikan pola tidur dapat membantu meringankan gejala depresi dan kecemasan.
3. Risiko diabetes tipe 2
Tidur yang kurang atau tidak berkualitas dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah. Kondisi ini meningkatkan resistensi insulin, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab diabetes tipe 2.
Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan sindrom metabolik, kadar gula darah tinggi, serta gangguan kerja insulin. Jika berlangsung dalam jangka panjang, risiko berkembang menjadi diabetes semakin besar.
4. Kenaikan berat badan dan obesitas
Kurang tidur memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, hormon yang merangsang rasa lapar meningkat, sementara hormon yang memberi sinyal kenyang justru menurun.
Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak dan sulit mengontrol nafsu makan. Meski kurang tidur membuat tubuh membakar lebih banyak kalori, peningkatan asupan makanan biasanya jauh lebih besar, sehingga berat badan mudah naik dan risiko obesitas meningkat.
5. Hipertensi, penyakit jantung, dan stroke
Tidur merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bahkan perubahan kecil dalam durasi tidur dapat memengaruhi risiko penyakit kardiovaskular.
Tidur kurang dari lima jam per malam secara rutin dikaitkan dengan risiko penumpukan plak di pembuluh darah yang lebih tinggi. Selain itu, gangguan tidur seperti sleep apnea juga berhubungan dengan tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.
6. Gangguan pada kesehatan ginjal
Hubungan antara tidur dan fungsi ginjal masih terus diteliti. Meski belum sepenuhnya dipahami, sejumlah bukti menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis.
Gangguan ritme biologis tubuh akibat pola tidur yang tidak teratur diduga berperan dalam menurunnya fungsi ginjal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan ginjal secara keseluruhan.
7. Sistem kekebalan tubuh melemah
Tidur berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Orang yang tidur kurang dari tujuh jam per malam memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi, termasuk flu dan penyakit lainnya.
Selain itu, kurang tidur juga dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam membentuk antibodi setelah vaksinasi. Akibatnya, perlindungan tubuh terhadap penyakit menjadi kurang optimal.
8. Kesehatan usus terganggu
Tidur juga memengaruhi keseimbangan mikrobioma usus, yaitu kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan. Perubahan pola tidur dapat mengganggu keseimbangan bakteri ini.
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat mengubah komposisi mikrobiota usus. Sebaliknya, kondisi usus yang tidak sehat juga dapat memengaruhi kualitas tidur, sehingga menciptakan siklus yang saling berkaitan.
Kurang tidur bukanlah masalah sepele. Dampaknya dapat memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari otak, jantung, metabolisme, hingga sistem imun dan pencernaan.
Tidur bukan hanya waktu untuk beristirahat, melainkan fondasi penting bagi kesehatan jangka panjang. Menjaga kualitas dan durasi tidur yang cukup merupakan langkah sederhana namun krusial untuk melindungi tubuh dari berbagai masalah kesehatan di masa depan.
Mazroh Atul Jannah
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tito Percepat Verifikasi 52 Daerah Pascabencana Sumatera, Data Jadi Acuan
- Sabtu, 10 Januari 2026
Dirut Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2026
- Sabtu, 10 Januari 2026
Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat Februari 2026, Target 45 Ribu Siswa Baru
- Sabtu, 10 Januari 2026
Berita Lainnya
Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor yang Murah dan Dekat dengan Stasiun
- Sabtu, 10 Januari 2026












