JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melepas seribu lebih calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali ke Bulgaria, Kamis di Denpasar.
Pelepasan ini dilakukan secara bertahap dan akan dilanjutkan dengan proses orientasi pra pemberangkatan (OPP) serta pembekalan lainnya.
“Bulgaria salah satu negara tujuan yang sudah kami profiling (analisa) menjadi negara penempatan, dan hari ini pelepasan seribu calon PMI bertahap dengan nanti proses OPP (orientasi pra pemberangkatan) dan lain-lain mereka kami persiapkan,” ujar Mukhtarudin.
Baca JugaKemenPAN-RB Permudah Pemda Gunakan Aplikasi Digital Susun Layanan MPP
Bulgaria dipilih sebagai salah satu negara penempatan karena sistem perlindungannya baik, jaminan sosial jelas, gaji tinggi, dan relatif aman dari konflik. Pilihan ini diharapkan memberi pengalaman kerja yang berkualitas sekaligus meningkatkan reputasi PMI Bali di kancah internasional.
Pelatihan dan Kesiapan PMI
Seribuan calon PMI asal Bali yang diberangkatkan telah menjalani pelatihan selama 6-12 bulan di bidang hospitality. Program ini dirancang agar mereka memenuhi kualifikasi di negara Eropa Timur tersebut.
Mukhtarudin menekankan pentingnya membawa nama baik Bali, yang dikenal dunia karena keramahan masyarakatnya, ke negara penempatan. “Kami berharap anak-anak membawa citra positif Bali saat bekerja di Bulgaria,” katanya.
Fokus Penempatan Sektor Profesional
Menteri P2MI menegaskan bahwa pemerintah kini hanya memfokuskan penempatan PMI di sektor formal atau profesional di bawah badan usaha. Pekerjaan seperti asisten rumah tangga saat ini sedang dimoratorium.
“Kalau paradigma lama mengirim tenaga kerja yang tidak punya keahlian, tapi sekarang ke depan kita akan terus menerus meningkatkan pengiriman pekerja migran yang punya keahlian dan kompetensi, kita punya peluang besar untuk mengisi pasar-pasar kerja global,” jelas Mukhtarudin.
Langkah ini diambil agar PMI Indonesia mampu bersaing di pasar kerja internasional dan memberikan kontribusi lebih tinggi terhadap devisa negara.
Jadwal Pemberangkatan Bertahap
Calon PMI dari seluruh kabupaten/kota di Bali akan diberangkatkan mulai 9 April 2026. Saat ini, P2MI masih memproses dokumen beberapa pekerja migran untuk memastikan semua persyaratan administrasi terpenuhi.
Pemberangkatan secara bertahap ini bertujuan agar proses pengiriman tetap terkontrol, tidak menimbulkan kerumunan, dan setiap PMI memperoleh pembekalan yang optimal sebelum berangkat.
Pesan Menteri P2MI untuk PMI
Mukhtarudin berpesan agar para PMI tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Selama kontrak kerja di Bulgaria, mereka diminta membangun jejaring dengan warga negara asing dan memanfaatkan kesempatan untuk menambah ilmu serta pengalaman.
“Jutaan orang hari ini mencari pekerjaan, sedangkan anak-anak hari ini sudah masuk tinggal beberapa tahap lagi, jadi bekerja dengan baik, tanggung jawab tinggi, taati aturan, bekerja dengan disiplin, jaga integritas jangan sampai nanti berbuat hal-hal yang bisa merugikan anak-anak sendiri, bergaul yang positif untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan diri,” kata Menteri P2MI.
Jejaring yang dibangun selama bekerja di luar negeri diharapkan bisa dimanfaatkan saat kembali ke Indonesia, misalnya membuka usaha baru atau memperluas peluang kerja lainnya.
Pembekalan dan Proteksi PMI
P2MI menekankan pentingnya menjaga dokumen dan nama baik Indonesia. Pembekalan akan mengingatkan PMI agar bijak bermedia sosial dan memanfaatkan jalur resmi untuk pengaduan jika menghadapi masalah.
“Bijak juga bermedia sosial, zaman sekarang orang gampang sekali kalau ada masalah di tempat kerja mengadu di media sosial, padahal kalau ada kendala ada P3MI, ada Kementerian P2MI, ada KBRI atau KJRI yang siap dengan pengaduan, jangan mengadu di media sosial,” kata Mukhtarudin.
Pemerintah menekankan perlindungan menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari pra-pemberangkatan, masa kerja, hingga saat kembali ke tanah air. PMI dipastikan mendapat pendampingan agar bekerja fokus dan aman.
Perlindungan Menyeluruh
Mukhtarudin menjelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan PMI dan perusahaan penyalurannya. Langkah ini memastikan para pekerja migran dapat bekerja dengan tenang, tanpa harus khawatir menghadapi masalah yang merugikan diri mereka sendiri.
“Kami memantau perkembangan anak-anak dan perusahaan penyalurnya, jadi anak-anak tenang bekerja, fokus, tidak usah takut karena negara ada tetap mendampingi di mana pun mereka bekerja, dan tentu kami harapkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dikembangkan nanti setelah pulang sukses, punya jejaring, akhirnya bisa juga menjadi pengusaha,” ujarnya.
Kesempatan Untuk PMI Berikutnya
Bagi calon PMI yang belum berkesempatan berangkat maupun yang baru mengikuti pelatihan, Mukhtarudin menyatakan bahwa peluang masih terbuka. Pemerintah menargetkan penempatan 5.000 orang ke Bulgaria pada 2027, dan membuka peluang untuk negara lain yang tengah dijajaki.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memperluas kesempatan kerja bagi pekerja migran profesional, sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia di kancah global.
Sindi
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kementerian PU Siapkan Renovasi Rest Area KM 57 62 Jelang Libur Nataru
- Kamis, 02 April 2026
Berita Lainnya
Rekomendasi Minuman Sehat Alternatif Soda untuk Gaya Hidup Lebih Baik Sehari
- Kamis, 02 April 2026






