Pizza Hut Diakuisisi Dua Perusahaan Senilai Rp47,86 Triliun
JAKARTA - Korporasi pemilik jaringan restoran cepat saji, Yum!
Brands, menyiarkan kabar pelepasan jaringan restoran Pizza Hut lewat nilai kesepakatan transaksi sebesar 2,7 miliar dollar AS atau setara kisaran Rp 47,86 triliun (dengan estimasi kurs Rp 17.725 per dollar AS).
Aktivitas penjualan tersebut dieksekusi melewati dua jalur transaksi yang terpisah.
Merek Pizza Hut bakal diambil alih oleh korporasi ekuitas swasta LongRange Capital lewat nilai sebesar 1,5 miliar dollar AS atau berkisar Rp 26,59 triliun.
Sementara itu, untuk sektor bisnis Pizza Hut di wilayah China bakal ditebus oleh Yum China lewat nilai berkisar 1,2 miliar dollar AS atau setara Rp 21,27 triliun.
Pihak Yum!
Brands mengumumkan kepastian dari kesepakatan itu pada Selasa (16/6/2026).
Pasca-pengumuman tersebut disiarkan, nilai saham perusahaan sempat merangkak naik kurang dari 1 persen di sesi perdagangan pra-pasar.
Volume transaksi pelepasan Pizza Hut tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar kepunyaan Papa John's.
Akan tetapi, nominalnya terpantau masih bertengger jauh di bawah angka kapitalisasi pasar Domino's Pizza yang menyentuh 10,2 miliar dollar AS atau setara Rp 180,80 triliun.
Menukil laporan dari Yahoo Finance, ketetapan untuk menjual Pizza Hut bukanlah merupakan sebuah tindakan yang mendadak.
Pada masa November 2025, Yum!
Brands telah memublikasikan jalannya peninjauan strategis terhadap bermacam opsi bagi lini bisnis pizza tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) Yum!
Brands, Chris Turner, mengutarakan jika Pizza Hut memerlukan sebuah gebrakan besar demi kembali mencatatkan pertumbuhan.
Menurut pendapat Turner, merek tersebut mendambakan suntikan investasi tambahan serta kemungkinan penguasaan gerai yang jauh lebih besar, suatu aspek yang sepanjang ini bukan tergolong model bisnis primer bagi Yum!
Brands.
"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan sekarang. Beberapa di antaranya bukan hal yang biasanya dilakukan oleh Yum!," kata Turner dalam wawancara dengan Yahoo Finance pada April lalu.
Turner mengimbuhkan, pihak perusahaan menyambut terbuka kehadiran mitra eksternal yang mendekap modal serta taktik baru demi mengantarkan Pizza Hut kembali menapaki rute pertumbuhan.
"Kami ingin pada akhirnya melakukan hal yang tepat bagi merek ini," ujar Turner.
Jalinan relasi antara Yum!
Brands dan Pizza Hut sejatinya telah bergulir selama hampir kurun waktu lima dekade.
Pihak PepsiCo mengakuisisi Pizza Hut pada kurun 1977 lewat nilai berkisar 300 juta dollar AS atau setara Rp 5,32 triliun.
Pada era tersebut, Pizza Hut memosisikan diri sebagai jaringan pizza paling masif di dunia sekaligus menjadi gerbang masuk bagi PepsiCo ke dalam sektor industri restoran.
Di dalam rentang satu dekade berikutnya, PepsiCo memperlebar gurita bisnisnya dengan membeli Taco Bell pada 1978 serta KFC pada tahun 1986.
Pada momentum Oktober 1997, PepsiCo memutus untuk memisahkan lini bisnis restorannya agar dapat kembali fokus pada sektor bisnis minuman serta camilan ringan.
Lini restoran itu ke depannya bertransformasi menjadi korporasi publik dengan nama Tricon Global Restaurants, yang di masa sekarang familier sebagai Yum!
Brands.
Akan tetapi, seiring dengan bergesernya peta industri makanan cepat saji, rapor performa Pizza Hut mulai tertinggal bila dikomparasikan dengan merek lainnya di bawah bendera Yum!
Brands.
Pada kurun 2025, angka penjualan Pizza Hut di wilayah Amerika Serikat merosot sebanyak 5 persen.
Bertolak belakang dengan hal itu, angka penjualan gerai sejenis atau same-store sales dari Taco Bell justru meroket sebanyak 7 persen.
Rivalitas di dalam industri pizza pun terpantau kian sengit.
Pihak Domino's Pizza beserta sederet jaringan toko swalayan sukses merebut porsi pasar lewat strategi promosi yang gencar serta penguatan fasilitas pemesanan via aplikasi digital.
Di sisi yang lain, eksistensi layanan kurir pesan-antar makanan layaknya Uber Eats serta Grubhub ikut merombak kultur konsumen di dalam memesan hidangan.
Jika selama berpuluh-puluh tahun layanan kurir antar pizza merajai pasar, di masa sekarang konsumen mendekap jauh lebih banyak opsi menu yang bisa dipesan secara daring.
Lantaran hal tersebut, aksi pelepasan Pizza Hut dinilai sebagai sebuah manuver yang telah lama dinantikan di tengah guncangan transformasi besar di dalam industri pizza cepat saji.
Melalui tindakan melepas Pizza Hut, Yum!
Brands diprediksikan dapat menjadi lebih fokus dalam membesarkan merek-merek yang mengantongi grafik pertumbuhan lebih tinggi, termasuk memperluas penetrasi ekspansi Taco Bell di kancah pasar internasional.