JAKARTA - Upaya memperkuat peran badan usaha milik negara di sektor kesehatan terus dilakukan pemerintah. Di tengah tantangan industri farmasi dan layanan kesehatan yang semakin kompleks, transformasi menyeluruh dinilai menjadi kunci agar BUMN tetap sehat secara bisnis sekaligus mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Donny Oskaria, menegaskan bahwa transformasi BUMN sektor kesehatan bukan sekadar penyesuaian ringan, melainkan perubahan mendalam yang menyentuh aspek struktur, operasional, hingga model bisnis. Penegasan tersebut disampaikan Donny di Jakarta.
“Khusus untuk perusahaan kesehatan kita. Kita sedang melakukan transformasi yang sangat dalam berkaitan dengan perusahaan-perusahaan kesehatan yang ada di BUMN,” kata Donny.
Baca JugaPLN Dorong Desa Siaga Bencana Perkuat Kapasitas Masyarakat Maluku
Transformasi ini mencakup lima BUMN di sektor kesehatan, yakni Bio Farma, Kimia Farma, Indofarma, INUKI, dan Pertamedika IHC. Menurut Donny, masing-masing perusahaan memiliki karakter dan sifat bisnis yang berbeda, sehingga tidak bisa disatukan dalam satu pendekatan yang seragam.
Pendekatan Berbeda Sesuai Karakter Bisnis
Donny menjelaskan bahwa perbedaan nature of business di antara BUMN kesehatan menuntut strategi pengelolaan yang lebih tepat sasaran. Efisiensi manajemen dan kesehatan perusahaan menjadi fondasi utama agar transformasi berjalan optimal.
“Management-nya harus efisien, perusahaannya harus berjalan dengan kondisi yang sehat, sehingga nanti kita bisa menyebabkan margin kita bisa kita buat lebih rendah lagi yang akhirnya diterima manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” kata Donny.
Ia mencontohkan Kimia Farma sebagai salah satu BUMN yang memiliki tantangan besar, terutama dalam memproduksi obat sekaligus memastikan produk tersebut dapat dijual dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Tantangan ini tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut efisiensi dan struktur biaya.
Optimalisasi Pabrik dan Efisiensi Biaya
Selain soal harga, Donny menilai optimalisasi utilisasi pabrik menjadi faktor krusial dalam menekan harga pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS). Utilisasi pabrik yang rendah dapat berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, meskipun secara pendapatan terlihat tinggi.
Ia kembali menyoroti bagaimana utilisasi pabrik yang tidak optimal bisa memicu margin kontribusi yang bahkan menjadi negatif.
“Secara revenue dia cukup tinggi, tetapi secara net income-nya mereka enggak mampu. Karena utilisasi pabriknya dibuat banyak, tetapi utilisasinya rendah. Modal kerjanya kurang, akibatnya SKU-nya mulai dipotong-potong,” kata Donny.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa restrukturisasi perusahaan tidak cukup hanya didasarkan pada analisa finansial. Faktor waktu atau timing juga menjadi aspek penting yang harus diperhitungkan dengan cermat agar langkah perbaikan tidak justru menimbulkan tekanan baru.
Restrukturisasi Holding BUMN Kesehatan
Sebagai bagian dari transformasi, BP BUMN mengambil langkah strategis dengan mengubah struktur holding di sektor kesehatan. Salah satu keputusan penting adalah tidak lagi menjadikan Bio Farma sebagai holding bagi BUMN kesehatan lainnya.
“Apa yang kami lakukan adalah tahap satu kita melakukan pengalihan Bio Farma. Bio Farma tidak lagi menjadi holding bagi Kimia Farma dan Kimia Farma Apotik. Kimia Farma direct berada di bawah Danantara, dan Kimia Farma Apotik juga sedang kita review untuk independen karena secara nature of business-nya dia juga berbeda, dia lebih kepada retail business,” kata Donny menjelaskan.
Langkah ini diharapkan dapat membuat masing-masing entitas bergerak lebih fokus sesuai karakter bisnisnya, tanpa terbebani oleh struktur yang kurang relevan.
Suntikan Dana dan Modernisasi Operasional
Donny mengungkapkan bahwa Danantara telah memberikan suntikan dana kepada Kimia Farma pada akhir 2025. Dukungan pendanaan tersebut diharapkan mampu membawa Kimia Farma kembali ke profil perusahaan yang sehat secara keuangan.
Di sisi lain, transformasi juga dilakukan pada aspek operasional, terutama dalam penerapan teknologi yang lebih mutakhir. Kimia Farma Apotik menjadi salah satu fokus dalam pembenahan sistem teknologi informasi.
“Sekarang kita sedang melakukan proses mendata ulang dan mengimplementasikan teknologi IT system di Kimia Farma Apotik. Kita harapkan nanti ke depannya kita juga me-review model bisnisnya menjadi lebih modern, sehingga SKU-nya nanti tidak hanya obat saja, tetapi juga masuk ke hal-hal seperti beauty dan hal lain,” ujar Donny.
Modernisasi ini dinilai penting agar Kimia Farma Apotik mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat dan persaingan ritel kesehatan yang semakin ketat.
Roadmap Bio Farma dan Pengembangan Vaksin
Sementara itu, untuk Bio Farma, BP BUMN tengah menyiapkan peta jalan atau roadmap terkait kemungkinan pengembangan pabrik vaksin. Namun, Donny menekankan bahwa setiap rencana investasi harus dihitung secara matang agar tidak menimbulkan risiko keuangan di masa depan.
“Jangan sampai nanti investment yang overinvest menyebabkan net income-nya menjadi negatif,” kata Donny.
Dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis efisiensi, BP BUMN berharap transformasi BUMN sektor kesehatan tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui layanan dan produk kesehatan yang lebih terjangkau.
David
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Kemenag Distribusikan Kitab Suci Lintas Agama bagi Penyintas Bencana Sumatera
- Rabu, 28 Januari 2026
Mendagri Apresiasi BULOG dan BAPANAS Jaga Stabilitas Harga Pangan Bencana Sumatera
- Rabu, 28 Januari 2026
Varane Ungkap Gelar Manchester United Lebih Emosional daripada Liga Champions
- Rabu, 28 Januari 2026











