Kereta Api Indonesia Angkut 4,03 Juta Ton Batu Bara Januari 2026

Kereta Api Indonesia Angkut 4,03 Juta Ton Batu Bara Januari 2026
Kereta Api Indonesia Angkut 4,03 Juta Ton Batu Bara Januari 2026

JAKARTA - Sektor logistik nasional mengawali tahun 2026 dengan performa yang solid, khususnya dalam mendukung ketahanan energi dalam negeri. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan keberhasilannya dalam menjaga ritme distribusi komoditas energi utama melalui jalur rel. Berdasarkan data terbaru, KAI membukukan volume angkutan batu bara mencapai 4,03 ton sepanjang Januari 2026. Angka ini menjadi bukti nyata atas posisi strategis moda kereta api sebagai tulang punggung distribusi energi nasional, terutama dalam menjamin pasokan batu bara ke pembangkit listrik di berbagai daerah.

Keandalan distribusi ini menjadi sangat krusial mengingat fluktuasi pasar energi yang terus terjadi. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa dinamika harga batu bara global menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat ketahanan logistik nasional. KAI terus beradaptasi dengan kondisi tersebut guna memastikan layanan distribusi tetap kompetitif dan andal.

Optimalisasi Terminal Utama dan Modernisasi Sistem Bongkar Muat

Baca Juga

Indonesia Raih Surplus Besar Perdagangan Besi dan Baja pada Tahun 2025

Guna mencapai target angkutan yang masif tersebut, KAI mengandalkan infrastruktur logistik yang tersebar di wilayah-wilayah strategis. “KAI mencatat kinerja angkutan batu bara sebesar 4.025.975 ton sepanjang Januari 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di berbagai wilayah,” kata Anne dalam keterangan resmi, Rabu. Saat ini, operasional angkutan batu bara KAI dilayani melalui lima terminal utama yang menjadi urat nadi distribusi, yaitu Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari.

Salah satu kunci efisiensi KAI terletak pada Terminal Kertapati yang kini telah menjadi pusat modernisasi logistik. Di sana, penerapan conveyor belt system yang terintegrasi dengan shiploader berkapasitas 1.500 ton per jam telah mengubah wajah operasional menjadi lebih cepat dan terukur. Langkah modernisasi ini mendorong peralihan signifikan dari metode konvensional berbasis dump truck menuju sistem logistik yang jauh lebih efisien serta ramah lingkungan. Anne menambahkan, melalui anak usaha KAI Logistik, pihaknya mengelola lebih dari 59.000 ton batu bara setiap harinya untuk menjaga kontinuitas pasokan ke pengguna akhir.

Implementasi Teknologi RFID dalam Manajemen Rantai Pasok

Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, KAI juga melakukan transformasi digital untuk meningkatkan akurasi operasional. KAI melalui anak usaha, yakni KAI Logistik menerapkan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) pada kontainer batu bara. Penggunaan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi pemantauan serta efisiensi supply chain management.

Inisiatif digital ini memungkinkan pengelolaan distribusi yang lebih presisi, sehingga setiap pergerakan komoditas dapat terpantau secara real-time. Selain meningkatkan kinerja bisnis, teknologi ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karena meminimalkan kesalahan logistik yang tidak perlu. Langkah ini sejalan dengan komitmen KAI Group dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui transportasi yang berkelanjutan.

Menjaga Stabilitas Listrik Nasional di Jawa dan Bali

Dampak dari kelancaran angkutan batu bara ini dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Batu bara yang diangkut KAI sebagian besar dialokasikan sebagai bahan baku utama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Jawa dan Bali. Keandalan layanan kereta api berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional yang menopang berbagai fasilitas publik dan penggerak ekonomi.

Pasokan energi yang stabil ini sangat penting untuk mendukung aktivitas di rumah sakit, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga sektor industri. Bahkan, keberlangsungan usaha kecil dan menengah (UKM) di berbagai daerah sangat bergantung pada kepastian aliran listrik yang bahan bakunya didistribusikan melalui jalur kereta api ini.

Komitmen Hijau Melalui Penggunaan Bahan Bakar Biosolar B40

Sejalan dengan peningkatan volume angkutan, KAI juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui transisi bahan bakar. Sejak Februari 2025, seluruh armada lokomotif dan genset milik KAI telah resmi menggunakan Biosolar B40. Ini merupakan bahan bakar dengan campuran 40 persen bahan nabati, yang merupakan kelanjutan dari hasil uji coba bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang telah dimulai sejak Juli 2024.

Penggunaan B40 menjadi langkah konkret KAI dalam mendukung target pemerintah untuk menurunkan jejak karbon nasional. Dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil murni serta tingkat biodegradasi yang tinggi, kereta api semakin mengukuhkan perannya sebagai solusi logistik masa depan. “Dengan emisi yang lebih rendah dan tingkat biodegradasi yang tinggi, angkutan kereta api semakin menguatkan perannya sebagai solusi logistik yang ramah lingkungan,” tutup Anne.

David

David

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia

Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia

Lelang SUN Februari 2026 Bukti Kepercayaan Investor Pada Indonesia

Lelang SUN Februari 2026 Bukti Kepercayaan Investor Pada Indonesia

Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil

Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil

Komitmen Gozco Capital Dukungan Strategis Bank Neo Commerce 2026

Komitmen Gozco Capital Dukungan Strategis Bank Neo Commerce 2026

Menteri LH dan Pemkot Tangsel Bersinergi Tangani Sampah Secara Maksimal

Menteri LH dan Pemkot Tangsel Bersinergi Tangani Sampah Secara Maksimal