Kemenag Siapkan Pembangunan Pendidikan Terpadu di IKN dengan Lahan Sekitar 21 Hektare

Kemenag Siapkan Pembangunan Pendidikan Terpadu di IKN dengan Lahan Sekitar 21 Hektare
Kemenag Siapkan Pembangunan Pendidikan Terpadu di IKN dengan Lahan Sekitar 21 Hektare

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) berencana mewujudkan pembangunan sebuah kawasan pendidikan madrasah terintegrasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan keagamaan di ibu kota baru. Rencana ini mencakup fasilitas pendidikan lengkap dari jenjang Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) dan diproyeksikan membutuhkan lahan seluas sekitar 21 hektare.

Visi Pendidikan dalam Ibu Kota Baru

Inisiatif Kemenag ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat melakukan peninjauan langsung ke IKN pada pertengahan Februari 2026. Menurut Menag, pembangunan madrasah terintegrasi merupakan bagian dari berbagai program strategis Kemenag yang penting untuk segera diwujudkan di kawasan ibu kota baru. Ia menilai bahwa integrasi seluruh jenjang pendidikan dalam satu kawasan akan menjawab kebutuhan pendidikan yang terus meningkat di wilayah IKN dan sekitarnya.

Baca Juga

Kemenag Siapkan Pembangunan Pendidikan Terpadu di IKN dengan Lahan Sekitar 21 Hektare

Dalam keterangannya, Menag menyatakan, “Jadi kita melakukan peninjauan di IKN. Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini. Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah...” yang menunjukkan komitmen Kemenag dalam melaksanakan rencana ini secara bertahap.

Kawasan Pendidikan yang Lengkap dan ModernProye

k madrasah terintegrasi tersebut dirancang bukan sekadar tempat belajar mengajar biasa, tetapi sebuah kawasan pendidikan yang lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung. Rencana tersebut mencakup pembangunan ruang kelas untuk RA, MI, MTs, dan MA, serta fasilitas asrama untuk siswa. Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas olahraga, masjid, serta sarana penunjang lainnya yang mendukung kegiatan belajar dan kehidupan siswa di luar jam pelajaran.

Dengan kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 21 hektare, konsep ini mengusung prinsip keterpaduan antarjenjang pendidikan sambil tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan. Menag menilai konsep terintegrasi ini akan menjadi solusi pendidikan yang komprehensif untuk generasi muda di lingkungan IKN.

Dukungan dan Persiapan Lahan

Dalam pertemuan dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Menag memaparkan rencana ini secara rinci. Kepala Otorita IKN menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan guna mendukung pembangunan kawasan pendidikan tersebut. Pernyataan dukungan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, karena penyediaan lahan merupakan salah satu aspek krusial dalam perencanaan pembangunan fasilitas pendidikan berskala besar.

Selain membahas rencana pembangunan madrasah terintegrasi, kunjungan Menag ke IKN juga meliputi peninjauan fasilitas lainnya, seperti perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam dialog dengan ASN dan tenaga kesehatan, Menag mengevaluasi kesiapan layanan di kawasan tersebut serta pengalaman kerja mereka di lingkungan ibu kota baru yang terus berkembang.

Peran Pendidikan dalam Pembangunan IKN

Pentingnya keberadaan fasilitas pendidikan seperti madrasah terintegrasi di IKN sejalan dengan visi membangun ibu kota baru yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang kuat. Fasilitas pendidikan yang lengkap dan terintegrasi diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas yang memiliki nilai-nilai keagamaan kuat.

Madrasah terintegrasi ini juga diharapkan menjadi pilihan pendidikan berbasis nilai keagamaan yang tetap adaptif terhadap kemajuan zaman, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran formal, tetapi juga pembentukan karakter yang baik. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya memperkokoh fondasi pendidikan di ibu kota baru yang terus tumbuh dan berkembang.

Tantangan dan Langkah Ke Depan

Walaupun rencana pembangunan telah dipaparkan dan mendapatkan dukungan penyediaan lahan, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi, termasuk perencanaan anggaran, penyusunan regulasi turunan terkait pelaksanaan pembangunan, serta koordinasi antarinstansi yang efektif. Menag menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi volume kerja dan sistem kerja di IKN untuk memastikan bahwa proyek ini dapat dilaksanakan secara efisien.

Kementerian Agama juga berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan madrasah terintegrasi ini berjalan selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan masyarakat di kawasan IKN. Dengan demikian, kawasan pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol pendidikan unggul di ibu kota baru, tetapi juga contoh nyata integrasi pendidikan keagamaan dan modern yang relevan dengan perkembangan zaman.

Secara keseluruhan, gagasan pembangunan madrasah terintegrasi di IKN ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan inklusif di pusat pemerintahan baru Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan masyarakat yang cerdas dan berakhlak baik

Fery

Fery

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Siapkan 6 Ruas Tol Fungsional Tanpa Tarif Mendukung Arus Mudik Lebaran 2026

Pemerintah Siapkan 6 Ruas Tol Fungsional Tanpa Tarif Mendukung Arus Mudik Lebaran 2026

Tarawih Kilat 23 Rakaat Hanya 6 Menit di Indramayu Tarik Perhatian Publik

Tarawih Kilat 23 Rakaat Hanya 6 Menit di Indramayu Tarik Perhatian Publik

Indonesia Dorong Pengembangan AI Berpusat pada Manusia dan Etika Nasional Inklusif

Indonesia Dorong Pengembangan AI Berpusat pada Manusia dan Etika Nasional Inklusif

Petani Desa Embundoa Dan Polri Panen 72 Ton Jagung Program Kapolda

Petani Desa Embundoa Dan Polri Panen 72 Ton Jagung Program Kapolda

Petani Tembakau Mendesak Regulasi Adil Guna Melindungi Keberlangsungan Komoditas Lokal

Petani Tembakau Mendesak Regulasi Adil Guna Melindungi Keberlangsungan Komoditas Lokal