Manfaat Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan: Tradisi dan Keutamaannya
- Sabtu, 28 Februari 2026
Jakarta - Manfaat berbagi takjil di bulan Ramadhan menjadi salah satu tradisi yang selalu dinantikan umat Islam di Indonesia.
Menjelang datangnya bulan suci ini, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk ikut serta dalam kegiatan berbagi makanan untuk berbuka puasa.
Kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan hidangan, tetapi juga sarana menebar kebaikan, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Baca Juga12 Rekomendasi Cemilan Enak, Murah, dan Mudah Dibuat Sendiri di Rumah
Dengan berbagi takjil, setiap orang bisa merasakan kebahagiaan saat membantu sesama, sekaligus menanamkan nilai empati dan solidaritas.
Manfaat berbagi takjil di bulan Ramadhan tidak hanya terasa bagi penerima, tetapi juga memberikan kepuasan batin dan pahala bagi yang memberi.
Pengertian takjil di bulan puasa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, takjil berarti mempercepat waktu berbuka puasa. Kata ini berasal dari bahasa Arab, yaitu ta’jiilul fithr, yang memiliki makna menyegerakan berbuka puasa.
Menyegerakan berbuka puasa sendiri merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW, sebagaimana beliau bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan ruthab (kurma segar), jika tidak ada, maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada, maka dengan beberapa teguk air." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan al-Tirmidzi).
Dalam praktik sehari-hari, takjil merujuk pada makanan atau minuman yang disediakan untuk berbuka.
Namun, maknanya lebih luas daripada sekadar konsumsi pribadi; memberikan takjil kepada orang lain, terutama bagi mereka yang sedang berpuasa, merupakan bentuk amal dan kebaikan.
Tradisi ini menekankan nilai berbagi dan kepedulian sosial, di mana seseorang tidak hanya menunaikan kewajiban berbuka, tetapi juga menebar manfaat dan kebahagiaan kepada orang lain yang membutuhkan.
Tradisi berbagi takjil di Indonesia
Berdasarkan penjelasan Sahabat Literasi PAI (SERASI) dalam buku Pernak Pernik Ramadhan (2018), pada bulan suci, masyarakat Indonesia antusias mengikuti tradisi berbagi makanan untuk berbuka.
Di berbagai jalan, terlihat banyak remaja yang dengan tulus membagikan takjil gratis kepada orang-orang yang berpuasa.
Tindakan ini bukan sekadar memberi, tetapi juga dilandasi niat meraih ridha Allah SWT.
Esensi dari kegiatan ini bukan soal siapa yang memberi atau menerima, melainkan semangat menebar kebaikan yang meningkatkan kepedulian terhadap sesama saudara seiman.
Tradisi ini tidak terbatas pada kaum muda saja; anak-anak hingga ibu rumah tangga pun turut berpartisipasi, menyiapkan dan memasak makanan untuk dibagikan.
Banyak masjid dan mushola juga menyelenggarakan kegiatan bersama, di mana warga bergotong royong membuat takjil untuk dibagikan kepada tetangga dan masyarakat sekitar.
Praktik ini menjadi wujud nyata dari kebersamaan dan kepedulian sosial, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan selama bulan Ramadhan.
Keutamaan berbagi takjil di Bulan Ramadhan
Berbagi makanan untuk berbuka puasa memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi.
Ahmad Syaikhu dalam bukunya Ramadhan di Tengah Wabah: Panduan Puasa & Kultum (2020) menjelaskan bahwa memberikan takjil termasuk amal kebajikan yang sangat dianjurkan selama bulan suci.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang amat dermawan, terutama ketika bulan Ramadhan tiba.
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa kedermawanan beliau melebihi angin yang berhembus, apalagi ketika beliau bertemu Jibril setiap malam untuk mempelajari Al-Qur’an.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menekankan keutamaan sedekah di bulan Ramadhan. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, disebutkan bahwa sedekah yang paling utama dilakukan pada bulan puasa.
Memberikan makanan untuk orang yang berpuasa merupakan bentuk nyata dari sedekah tersebut.
Hadis riwayat Ahmad dan An-Nasai menegaskan: barangsiapa menyiapkan hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan memperoleh pahala setara dengan pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.
Dengan begitu, berbagi takjil bukan sekadar memberi makanan, tetapi juga kesempatan meraih pahala besar yang berlipat di bulan Ramadhan.
Manfaat berbagi takjil di bulan Ramadhan
Selain memperoleh pahala, memberikan takjil selama bulan puasa juga menghadirkan beragam manfaat bagi pemberinya.
Penelitian Robiah Awaliyah dan Ibrahim Syuaib dalam Fenomena Berbagi Takjil pada Bulan Ramadhan di Indonesia (2021) menunjukkan bahwa tindakan sedekah ini memiliki beberapa manfaat signifikan bagi individu yang melakukannya, baik dari sisi spiritual maupun sosial.
Hal ini menjadikan manfaat berbagi takjil di bulan Ramadhan tidak hanya terasa bagi penerima, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan dan kepedulian antar sesama.
1. Memberikan makanan untuk berbuka puasa mencerminkan sikap berbaik sangka kepada Tuhan.
Karena orang yang bersedekah meyakini bahwa rezeki yang dimiliki tidak akan berkurang, justru bisa bertambah seiring dengan keikhlasan hati dan kepercayaan penuh kepada Allah.
2. Kegiatan ini mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Tindakan ini menjadi cara yang efektif untuk meraih ridha-Nya, menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian, dan empati antar individu dalam masyarakat, serta menanamkan sikap saling menghargai dan tolong-menolong.
3. Dengan berbagi makanan untuk berbuka, tali silaturahmi antar keluarga dan masyarakat semakin kuat.
Aktivitas ini tidak hanya mempererat ikatan sosial, tetapi juga memberikan kebahagiaan, rasa hangat, dan kepedulian bersama, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis dan mendukung kehidupan bermasyarakat.
4. Secara spiritual, berbagi makanan untuk berbuka puasa memiliki manfaat untuk membersihkan jiwa.
Dengan bersedekah, seseorang dapat menekan sifat tamak dan kelekatan berlebihan pada duniawi, menjauhkan diri dari kecintaan yang berlebihan terhadap harta.
Hal tersebut sekaligus untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri pada ketenangan batin serta keseimbangan hidup.
Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Humazah ayat 1-2:
"Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya."
Dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa, seseorang dapat membersihkan hati dan jiwa dari sifat tamak dan keserakahan.
Tindakan ini juga membantu meningkatkan kualitas ibadah, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta memberikan ketenangan batin.
Pada akhirnya, kebiasaan ini mampu menghadirkan kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan menumbuhkan keseimbangan spiritual dan emosional.
Sebagai penutup, melakukan kegiatan memberikan takjil saat bulan suci ini bukan sekadar kebiasaan rutin, tetapi juga merupakan cara menebar kebaikan dan meraih pahala berlimpah.
Setiap hidangan kecil, seperti kurma, air, atau makanan berbuka, yang kita sumbangkan akan menjadi amal yang bernilai, bahkan tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa.
Dengan memahami pentingnya berbagi, kita dapat memanfaatkan momen istimewa di bulan Ramadhan untuk menebar kebaikan dan merasakan pahala yang besar dari Allah SWT, inilah salah satu manfaat berbagi takjil di bulan Ramadhan.
Enday Prasetyo
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Catat! Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo 27 dan 28 Februari 2026 dari Pagi sampai Malam
- Jumat, 27 Februari 2026
Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Bengkel Mobil BSD: Panduan Memilih Layanan Perawatan Kendaraan Terbaik
- Sabtu, 28 Februari 2026
Cara Beli Tiket Masuk Ancol Online & Offline Beserta Daftar Harganya
- Sabtu, 28 Februari 2026
9 Rekomendasi Hotel di Bangkok, yang Sering Jadi Pilihan Traveler!
- Sabtu, 28 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
5.
Schneider Electric Jadikan Batam Basis Smart Factory Asia Masa Depan
- 27 Februari 2026











