Fenomena Kulminasi, Penjelasan BMKG Soal Panas Menyengat Jakarta
- Kamis, 23 April 2026
JAKARTA – Penjelasan BMKG soal panas menyengat landa Jakarta menyebutkan fenomena ini dipicu oleh gerak semu matahari yang berada tepat di atas wilayah ekuator saat ini.
Suhu udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya terasa jauh lebih panas dari biasanya dalam beberapa hari terakhir, menciptakan rasa gerah yang cukup mengganggu rutinitas harian warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan ulasan mengenai penyebab naiknya temperatur udara yang sempat memicu spekulasi mengenai adanya gelombang panas di tengah masyarakat.
Berdasarkan analisis terkini, kondisi ini merupakan hal yang lazim terjadi ketika posisi matahari berada tidak jauh dari garis khatulistiwa pada bulan April. Kondisi langit yang cerah tanpa hambatan awan mengakibatkan radiasi matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa adanya penyaringan alami, sehingga suhu permukaan meningkat secara drastis sejak pagi.
Baca JugaKAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Menjadi KA Anggrek
Selain faktor posisi matahari, rendahnya tingkat kelembapan di lapisan atas atmosfer mengakibatkan panas yang diterima bumi terperangkap lebih lama di permukaan bawah. Hal ini diperparah dengan tingginya polusi udara dan minimnya ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang menyebabkan efek pulau panas urban atau urban heat island semakin terasa nyata bagi penduduk.
"Penjelasan BMKG soal panas menyengat landa Jakarta ini bukan gelombang panas, melainkan siklus cuaca normal di masa transisi," Ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto.
Masyarakat diimbau untuk tidak terlalu khawatir namun tetap melakukan langkah perlindungan diri seperti menggunakan tabir surya dan pakaian yang menyerap keringat. Mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup menjadi kunci utama agar tubuh tidak mengalami dehidrasi di tengah paparan suhu udara yang mencapai rentang 34 hingga 36 derajat Celcius pada siang hari.
Pihak BMKG juga memantau bahwa kondisi ini akan terus berlangsung setidaknya hingga akhir bulan April seiring dengan bergeraknya matahari menuju belahan bumi utara. Fluktuasi suhu pada malam hari mungkin tetap terasa hangat karena panas yang tersimpan oleh aspal dan beton bangunan dilepaskan kembali ke atmosfer saat matahari sudah tenggelam.
Meskipun cuaca terasa sangat terik, potensi hujan dengan durasi singkat masih mungkin terjadi di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Timur pada sore hari. Ketidakstabilan atmosfer yang dipicu oleh pemanasan berlebih pada pagi hari justru seringkali menjadi pemicu terbentuknya awan konvektif yang membawa hujan deras secara mendadak.
"Kami sarankan masyarakat selalu memantau indeks UV dan menjaga kesehatan fisik selama cuaca ekstrem ini berlangsung," Ujar Guswanto.
Hingga Kamis, 23 April 2026, pemantauan melalui sistem satelit cuaca menunjukkan bahwa suhu udara masih akan berada di level yang cukup tinggi di sebagian besar wilayah ibukota. Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mengurangi aktivitas luar ruang pada jam-jam puncak panas, yaitu antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, sangat dianjurkan demi kenyamanan bersama.
Ganis Akjul Karyawati
navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Daftar 5 Rumah Subsidi Balikpapan Murah 2026 Dekat Kawasan Penyangga IKN Baru
- Sabtu, 11 April 2026
Harga TBS Sawit Kalteng Maret 2026 Naik Usia Produktif Capai Rp3773 per Kg
- Sabtu, 11 April 2026
KUR BRI 2026 Hadir Dengan Struktur Bunga Simulasi Angsuran Syarat Pengajuan
- Sabtu, 11 April 2026





.jpg)





