Pemerintah Bidik Pembangunan 2.772 km Jalur Kereta di Kalimantan

Pemerintah Bidik Pembangunan 2.772 km Jalur Kereta di Kalimantan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono

JAKARTA – Pemerintah bidik pembangunan 2.772 km jalur kereta di Kalimantan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung distribusi logistik secara nasional.

Rencana besar pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Pulau Kalimantan terus dimatangkan sebagai upaya menciptakan keseimbangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia. Proyek strategis ini dirancang untuk menghubungkan lima provinsi besar di Kalimantan guna mempermudah aksesibilitas masyarakat serta menunjang sektor industri yang kini tengah berkembang pesat.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal menjelaskan bahwa peta jalan pembangunan ini telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPN). Target pembangunan ini mencakup jalur utama yang membentang dari wilayah Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara, menciptakan sistem transportasi terpadu yang modern dan efisien.

Baca Juga

KAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Menjadi KA Anggrek

Kehadiran jalur kereta api ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung angkutan barang yang efektif di masa depan. Dengan berkurangnya beban kendaraan berat di jalan raya, biaya logistik diprediksi akan mengalami penurunan signifikan sehingga daya saing produk lokal Kalimantan meningkat di pasar internasional.

"Target kita adalah membangun 2.772 km jalur kereta api di Kalimantan yang menghubungkan kota-kota utama hingga ke perbatasan wilayah," Ujar Risal Wasal.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada keterhubungan jalur kereta api dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru yang modern. Integrasi ini menjadi sangat krusial untuk memastikan bahwa mobilitas penduduk di sekitar IKN dapat terlayani dengan standar transportasi publik yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Hingga saat ini, proses studi kelayakan dan pemetaan lahan terus berjalan secara bertahap di beberapa titik prioritas pembangunan fisik pertama. Tantangan geografis di lapangan diakui menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan secara matang oleh para ahli agar konstruksi bangunan tetap kokoh dan berkelanjutan.

Dukungan investasi, baik dari skema pemerintah maupun kemitraan dengan sektor swasta, terus dibuka lebar guna mempercepat realisasi proyek besar yang menjadi impian warga Kalimantan ini. Selain aspek teknis, perlindungan terhadap kawasan hutan dan ekosistem sekitar tetap menjadi komitmen utama dalam setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan.

"Jalur ini nantinya akan menyinergikan kawasan industri, bandara, serta pelabuhan-pelabuhan strategis di sepanjang pesisir pulau," Ujar Risal Wasal.

DPRD dan jajaran pemerintah daerah di Kalimantan menyambut baik langkah berani pusat dalam merealisasikan jalur kereta pertama di pulau tersebut dalam skala yang masif. Diharapkan pada akhir tahun 2026, kemajuan pembangunan sudah terlihat nyata pada segmen-segmen utama yang menjadi prioritas penghubung antarprovinsi.

Ganis Akjul Karyawati

Ganis Akjul Karyawati

navigasi.co.id adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Menjadi KA Anggrek

KAI Resmi Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Menjadi KA Anggrek

BPBD Catat 80 RT dan 3 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir Luapan Kali

BPBD Catat 80 RT dan 3 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir Luapan Kali

Layanan SIM Keliling Jakarta Mei 2026: Lokasi, Syarat, dan Jadwal

Layanan SIM Keliling Jakarta Mei 2026: Lokasi, Syarat, dan Jadwal

Kelancaran Haji, 140 Bus Shalawat Siaga di Terminal Ajyad Makkah

Kelancaran Haji, 140 Bus Shalawat Siaga di Terminal Ajyad Makkah

Pemkot Bogor Tutup Jalan Saleh Danasasmita Akibat Keretakan Tanah

Pemkot Bogor Tutup Jalan Saleh Danasasmita Akibat Keretakan Tanah